Langsung ke konten utama

Laporan Operasi Exisi Tumor


 
LAPORAN PENGHITUNGAN INSTRUMENT & LAPORAN OPERASI         
Bangsal : Baitussalam 2
Kelamin :     L/P
Nomor : 1364898
Nama    : Tn. S
Umur : 38 th
Tgl/bl/th: 03/03/1980
Kelas/Jaminan : III / BPJS
Km Operasi No: 4
Op Ke : 9
Jam : 20:30
Praktikan :
Paraf          :
Trainer :
Paraf      :
Tindakan Operasi : Exici Tumor
Operator : dr. Erik
Peran Pratikan
Obs    CN
Asisten Instrument
Instramentasi Didampingi
Instrumentasis Mandiri
Assisten








 Persiapan Anestesi     
Jenis Anestesi              : Regional Anestesi (RA)


-          Jarum Spinal no 25
-          Midazolam 1 ampul
-          Marcain 1 ampul
-          Lidocain 1 ampul
-          Ephidrin 1 ampul
-          Selang O2
-          Spuit 3 cc – 1
-          Spuit 5 cc – 1
-          Spuit 10 cc – 1
-          Hands glove
-          Hypafix



NO
INSTRUMENT DAN SPONGE
JUMLAH

PRA
INTRA
+
POST

INSTRUMENT
1.
Allis klem pendek
1
1

1
2.
Allis klem panjang
1
1

1
3.
Homeostatic forceps panjang (nissen)
4
4

4
4.
Homeostatic forceps pendek (mosquito)
5
5

5
5.
Babcock panjang
1
1

1
6.
Babcock pendek
1
1

1
7.
Nearbekken besar
1
1

1
8.
Nearbekken kecil
1
1

1
9.
Bowl besar
1
1

1
10.
Bowl kecil
1
1

1
11.
Bowl sedang
1
1

1
12.
Towl klem
6
6

6
13.
Dressing Scissor pendek
1
1

1
14.
Gunting metzenbeum panjang 28 cm
1
1

1
15.
Dressing Scissor sedang
1
1

1
16.
Gunting metzenbeum panjang 23 cm
1
1

1
17.
Gunting metzenbeum pendek (lexer)
1
1

1
18.
Hak abdoment (doyen)
1
1

1
19.
Hak rektum
1
1

1
20.
Hak pacul pajang
2
2

2
21.
Hak pacul pendek
1
1

1
22.
Jarum tapper 36,45,55
1,1,1
1,1,1

1,1,1
23.
Jarung cuting 28,32,36
1,1,1
1,1,1

1,1,1
24.
Klem siku panjang
1
1

1
25.
Klem siku pendek
1
1

1
26.
Klem siku sedang
1
1

1
27.
Klem usus bengkok panjang
2
2

2
28.
Klem usus bengkok pendek
2
2

2
29.
Kokher bengkok pangjang (mikuliez)
6
6

6
30.
Langenbeck pendek
2
2

2
31.
Needle holder panjang 23 cm
1
1

1
32.
Needle holder panjang ujung kecil 25 cm
1
1

1
33.
Needle holder sedang
2
2

2
34.
Needle holder sedang ujung kecil
1
1

1
35.
Needle holder pendek ujung besar
1
1

1
36.
O hak
2
2

2
37.
Ovarium klem
2
2

2
38.
Pean lurus sedang
2
2

2
39.
Pean bengkok panjang
12
12

12
40.
Pelvis retraktor panjang
2
2

2
41.
Pelvis retraktor pendek
1
1

1
42.
Pelvis retraktor sedang
1
1

1
43.
Pinset anatomis panjang / dissecting forceps
2
2

2
44.
Pinset anatomis panjang 25 cm / dissecting forceps
2
2

2
45.
Pinset cirugis sedang / cirugis forceps
2
2

2
46.
Raightangel panjang ujung kecil
1
1

1
47.
Raightangel panjang ujung sedang
1
1

1
48.
Scapel 4
1
1

1
49.
Scapel 5
1
1

1
50.
Spatel abdoment
1
1

1
51.
Statinski panjang
1
1

1
52.
Stone tang lurus
1
1

1
53.
Suction tube
1
1

1
54.
Tempat jarum
1
1

1
55.
Yoderm
1
1

1
56.
Kassa
40
40

40

BAHAN HABIS PAKAI
1.
Handscon 6/7/7,5/8
1/1/1/1
1/1/1/1
-
1/1/1/1
2.
Underpad
1
1
-
1
3.
Apron
5
5
-
5
4.
Providon iodine 10%
1
1
-
1
5.
Bisturi no 15
1
1
-
1
6.
Kassa sterile
40
40
-
40
7.
Selang oksigen
1
1
-
1
8.
Hepfix/plester
30 cm
30 cm
-
30 cm
9.
Couter
1
1
-
1
10.
Ground pad
1
1
-
1
11.
T scrub
5
5
-
5
12.
Sterile water
1
1
-
1
13.
Towel
2
2
-
2
14.
Alkohol 70%
10cc
10cc
-
10cc
15.
Selang suction
1
1
-
1
16.
Elektroda
3
3
-
3
17.
Benang monofilament no 1
1
1

1

PENGELOLAAN PASIEN PERIOPERATIF

A.      SERAH TERIMA PASIEN
1.        Pasien dari ruang Baitussalam 2 datang ke IBS dilakukan serah terima antara perawat ruangan kepada perawat IBS
2.        Melakukan transfer pasien dari brankart ruangan dengan bergeser pindah ke brankart kamar bedah di holding room.
3.        mengganti baju pasien dan memakaikan topi operasi serta memasang siderail brankart kamar bedah
4.        Melakukan pengecekan pengisian ceklist yang berisi pengecekan inform concern (persetujuan operasi), identitas pasien, kelengkapan operasi (obat premedikasi sebelum operasi)
5.        Memeriksa keadaan pasien meliputi tingkat kesadaran, tanda-tanda vital (TTV) dan mengkaji riwayat alergi.
B.       SIGN IN
1.        Perawat sirkuler melakukan sign in diruang pra induksi sebelum induksi anestesi, dan dihadiri minimal oleh dokter anestesi, perawat bedah dan perawat anestesi.
a.         Apakah pasien telah memberikan konfirmasi kebenaran identifikasi, lokasi operasi, prosedur dan telah memberikan persetujuan dalam lembar inform concern ? (sudah)
b.         Apakah lokasi operasi sudah diberi tanda/marking ? (tidak perlu marking)
c.         Apakah mesin dan obat anestesi telah dicek dan lengkap ? (sudah)
d.        Apakah pulseoxymeter sudah terpasang dan berfungsi ? (sudah)
2.        Apakah pasien memiliki
a.         Riwayat alergi yang diketahui ? (tidak ada)
b.         Risiko kesulitan pada jalan napas atau risiko aspirasi ? (tidak ada)
c.         Risiko kehilangan darah > 500 cc (35ml/KgBB pada dewasa) ? (tidak ada)
3.        Alasi meja operasi dengan menggunakan duk bersih dan underpad, kemudian pasien dipindahkan ke meja operasi secara aman dengan bergeser pindah sendiri dibantu perawat. Kemudian perawat sirkuler membantu memasang groundpad di kaki pasien.
4.        Perawat instrument menyiapkan set instrument hernia yang akan digunakna untuk tindakan hernioraphy.
5.        Perawat sirkuler memasang pulseoxymeter, bedside monitor, spigmomanometer dan menempatkan infus pada standart infus, mengecek tabung suction dan memasang tabung suction.
6.        Tim anestesi (dokter anestesi dan perawat anestesi) melakukan anestesi dengan teknik Regional Anestesi (RA)
7.        Kemudian perawat sirkuler mengatur posisi pasien supine.
8.        Dokter operator, asisten operator, perawat instrument menggunakan APD (penutup kepala, masker, apron, dan jas operasi).
C.       SCRUBING
Dokter operator, asisten operator, perawat instrument melakukan cuci tangan bedah menggunakan air mengalir, chlorehexidine 4%, pembersih kuku, sponge, dan sikat. Dengan langkah-langkah:
1.        Melepaskan aksesoris pada tangan dan mengecek apakah tanga ada yang terluka atau tidak, jika ada luka minta perawat instrument lain untuk menggantikan.
2.        Memakai apron
3.        Melipat lengan baju sampai 10 cm di atas siku
4.        Membasahi tangan sampai 5 cm di atas siku di bawah air mengalir
5.        Membersihkan kuku menggunakan pembersih kuku dibawah air mengalir dari arah dalam keluar. Buang pembersih kuku ke tempat sampah
6.        Mengambil chlorehexidine 4% ke spon secukupnya (alat sensor) bersamaan dengan membuang plastik tempat sikat dan spon ke tempat sampah.
7.        Membasahi spon dan meremas-remas sampai berbusa, gosokkan tangan dari jari sampai 5 cm di atas siku.
8.        Menyikat kuku pada masing-masing tangan selama 1 menit atau 60x gosokan dengan arah menjauhi badan
9.        Membuang sikat ke tempat sampah dan bilas tangan menggunkan air mengalir sampai bersih (spon tetap dipegang)
10.    Mengambil kembali chlorehexidin pada busa, remas-remas dan gosokkan pada tangan hingga ¾ lengan
11.    Membersihkan tangan menggunakan spon pada tangan kanan dan kiri secara bergantian (menggosok telapak tangan, punggung tangan dan seluruh jari masing-masing selama 15 detik secara berurutan) kemudian membuang spon ke tempat sampah.
12.    Bilas tangan hingga bersih dibawah air mengalir
13.    Mengambil kembali chlorehexidine 4%, lumuri tangan sampai pergelangan tangan, dilanjutkan cuci tangan prosedural (6 langkah cuci tangan)
14.    Membilas tangan dengan air mengalir sampai bersih.
15.    Angkat tangan diantara bahu dan pusar, tangan harus tetap menghadap keatas, biarkan air mengalir sampai kesiku, jangan dikibaskan.
D.      GOWNING GLOVING
1.        Dokter operator, asisten operator, dan perawat instrument mengeringkan tangan menggunakan towel kemudian memakai jas operasi dan glove steril dengan bantuan perawat sirkuler.
2.        Perawat instrument menyiapkan meja mayo meliputi memasang sarung meja, perlak dan duk sedang dan menyiapkan instrument di meja mayo.
E.       INSTRUMENTASI
Scrubing nurse/ perawat instrument menyiapkan instrument laparatomy set dan bahan habis pakai meliputi, handscon no 6/6,5/7/8, underpad, apron, providon iodine 10%, bisturi no 15, kassa sterile 40, selang oksigen, hepafix/plester, couter, ground pad, T scrub, sterile water, towel, alkohol 70%, selang suction, elektroda , benang monofilaent no 1
F.        ASEPSIS
Perawat instrument memberikan kassa steril yang telah dijepit menggukan sponge holder forcep dan bowl yang berisi povidon iodine 10% dan dan alkohol 70% di nearbekken kepada operator untuk melakukan asepsis pada area operasi memutar dari dalam ke luar berlawanan arah jarum jam.
G.      DRAPPING
Perawat instrumen memberikan duk steril kepada asisten operator untuk melakukan drapping. Perawat instrument mengambil perlak steril di pasang di bawah area insisi pada pasien dengan posisi litotomy, kemudian mengambil duk steril membantu asisten operator untuk melakukan drapping. Duk besar pertama untuk bagian atas, duk sedang untuk kaki kanan dan kiri kemudian kunci menggunakan towlklem. Kemudian duk besar diatas area insisi ke bagian atas dengan lipatan berada didalam. Pasang dan fiksasi selang suction dan couter.


H.      TIME OUT
Perawat sirkuler melakukan time out. Dilakukan sebelum insisi, dihadiri minimal oleh perawat, ahli anestesi dan operator.
1.        Seluruh anggota tim menyebutkan nama dan peran masing-masing.
2.        Konfirmasi pasien mengenai (identitas, diagnosa, prosedur operasi dan lokasi operasi)
3.        Adakah antibiotik profilaksis yang di berikan ? (tidak)
4.        Pencegahan kejadian yang tidak diinginkan.
a.         Operator
1)        Kemungkinan kesulitan selama operasi (tidak ada)
2)        Estimasi lama operasi (1 jam)
3)        Antisipasi kehilangan darah (minimal)
b.         Tim anestesi
1)        Adakah masalah spesifik yang timbul ? (tidak ada)
2)        Hal apa yang perlu diperhatikan ? (status hemodinamik pasien)
c.         Tim keperawatan
1)        Apakah peralatan sudah steril ? (steril)
2)        Apakah alat sudah lengkap ? (sudah)
3)        Adakah alat khusus yang harus diperhatikan ? (tidak ada)
5.        Hasil pemeriksaan imaging penting di tampilkan ? (tidak)
6.        Operator memimpin berdoa sebelum operasi dimulai.

LANGKAH-LANGKAH OPERASI

NO
URAIAN LANGKAH-LANGKAH OPERASI
INSTRUMEN DAN SPONGE
1.
Perawat instrument memberikan pinset cirugis kepada operator untuk mengecek anestesi sudah bereaksi atau belum.

Cirugis forceps (1)
2.
Perawat instrument memberikan pean forceps bengkok panjang kepada operator untuk menjepit tomor yang akan diambil pada sisi sebelah kanan
Pean forceps bengkok pajang (2)
3.
Perawat instrument memberikan allis klem panjang kepada dokter operator untuk menjepit tumor dan diberikan kepada asisten operator untuk menarik ke sebelah kanan supaya memperlebar area yang akan di lekukan tindakan.
Allis klem (1)
4.
Perawat instrument memberikan gunting metzenbeum panjang 28 cm kepada operator untuk menggunting tumor pada sisi sebelah kanan
Metzenbeum (1)
5.
Perawat instrument memberikan pean forceps bengkok panjang kepada operator untuk menjepit tomor yang akan diambil pada sisi sebelah atas. Kemudian perawat instrument memberikan gunting metzenbeum pada dokter operator untuk menggunting tumor.
Pean forceps bengkok pajang (2), metzenbeum panjang (1)
6.
Asisten membantu menghentikan perdarahan dengan couter.
Couter (1), dissecting forceps (1)
7.
Perawat instrument memberikan pean forceps bengkok panjang kepada operator untuk menjepit tomor yang akan diambil pada sisi sebelah kiri dan bawah dengan bersamaan. Setelah itu memberikan gunting metzenbeum kepada dokter operator untuk melepaskan tumor. Asisten operator menarik tumor dengan allis klem.
Metzenbeum panjang (1), pean forceps bengkok panjang (4), allis klem (1)
8.
SIGN OUT :
-          Lakukan perhitungan instrument dan bahan habis pakai yang digunakan
-          Perdarahan kurang lebih 10cc
-          Labeling spesimen jaringan (tidak ada)
-          Apakah terdapat permasalahan peralatan yang perlu disikapi ? tidak ada
-          Kepada dokter operator, dokter anestesi dan tim keperawatan, apakah ada pesan khusus untuk pemulihan pasien ? (tidak ada)Asisten operator membantu dokter operator dalam mengeksplore area operasi menggunakan langenbeck.
Nama barang
Pre
intr
(+)
post
Instrument
49
49
-
49
Kassa
40
40
-
40
jarum
3
3
-
3

Instrument, kassa dan bahan habis pakai lengkap

9..
Perawat instrumen memberikan jahitan menggunakan benang monofilament no 1 atraumatik untuk menjahit pembuluh darah dan menjahit jaringan.
Benang nomofilament no 1, cirugis forceps sedang, needle holder sedang (1)
10.
Perawat instrument memberikan kassa lembab kepada asisten operator untuk membersihkan area insisi dari sisa darah.
Kassa lembab (3)
11.
Perawat instrument memberikan kassa steril dan povidone iodine 10% kepada asisten operator, kemudian perawat sirkuler menutup luka operasi dengan menggunakan plester.
Kassa (8), plester (15 cm), povidone iondie.

12.  Jika instrument dan barang habis pakai sudah lengkap dan dipastikan tidak ada yang tertinggal, kemudian rapikan alat
13.  perawat sirkuler merapikan dan membersihkan pasien. Jika pasien sudah rapi, persiapkan brankart untuk memindahkan pasien ke RR.
14.  Tim anestesi akan melepaskan pulseoxymetri, bedside monitor, spignomanometer, infus, dan elektrode.
15.  Tim operasi melepaskan gaun operasi, handscoon secara berurutan dilanjutkan cuci tangan prosedural menggunakan chlorehexidine dan dikeringkan.
16.  Perawat sirkuler memindahkan pasien ke ruang recovery, memasang oksigen canul 3liter/menit, bedside monitor dan memasang insfus pada standart infus.
17.  Perawat RR memantau keadaan pasien dan menghitung bromage score ≤2, maka pasien bisa dipindah ke ruangan rawat inap.
18.  Perawat RR melakukan serah terima pasien dengan perawat ruangan. Perawat memastikan keamanan pasien dan tingkat kesadaran pasien saat memindahkan pasien ke bed ruangan.

Komentar

Entri Populer

ASUHAN KEPERAWATAN AFF PLATE

LAPORAN PENGHITUNGAN INSTRUMENT & LAPORAN OPERASI           Bangsal : Amarylis 1 Kelamin :      L /P Nomor : 14-63-64 Nama     :   Tn. R Umur :   18 th       Tgl/bl/th: 31/03/2001 Kelas/Jaminan :         / Km Operasi No: 4 Op Ke :4Jam 13.30 Praktikan : Paraf           : Trainer : Paraf       : Diagnosa Medis    : Union Fraktur Femur Dexstra Tindakan Operasi : Aff Plate Operator : H, Sp OT, Mkes,dr Peran Pratikan Obs     CN Asisten Instrument Instrumentasi Didampingi Instrumentasis Mandiri Assisten Persiapan Anastesi      : Je...

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TINDAKAN SNNT

BAB I PENDAHULUAN     A.      Latar Belakang Strauma adalah pembesaran pada kelenjar tiroid   yang biasanya terjadi karena folikel folikel terisi koloid secara berlebihan. Setelah bertahun-tahun folikel tumbuh semakin membesar dengan membentuk kista dan kelenjar tersebut menjadi noduler (Smeltzer & Suzanne, 2013). Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme (Hartini, 2010). Struma non toksik disebabkan oleh kekurangan yodium yang kronik. Struma ini disebut sebagai simple goiter, struma endemik, atau goiter koloid yang sering ditemukan di daerah yang air minumya kurang sekali mengandung yodium dan goitrogen   yang menghambat sintesa hormon oleh zat kimia. Sekitar 10 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan tiroid, baik kanker tiroid, struma nodosa non toxic, maupun struma nodosa toxic ( American Thyroid Associa...

Laporan Pendahuluan Febris

LAPORAN PENDAHULUAN FEBRIS I.      KONSEP DASAR A.   Pengertian Febris (demam) yaitu meningkatnya suhu tubuh yang melewati batas normal yaitu lebih dari 38 0 C (Hidayat, 2005). Demam berarti suhu tubuh diatas batas normal biasa, dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh zat toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu, penyakit-penyakit bakteri, tumor otak atau dehidrasi (Hidayat, 2005). Demam adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu hingga 38° C atau lebih. Ada juga yang yang mengambil batasan lebih dari 37,8°C. Sedangkan bila suhu tubuh lebih dari 40°C disebut demam tinggi (hiperpireksia) (Ngastiah, 2005). B.   Etiologi Menurut Pelayanan kesehaan maternal dan neonatal 2000 bahwa etiologi febris,diantaranya 1.     Suhu lingkungan. 2.     Adanya infeksi. 3.     Pneumonia. 4.     Malaria. 5.     Otitis m...