Langsung ke konten utama

ASUHAN KEPERAWATAN AFF PLATE



LAPORAN PENGHITUNGAN INSTRUMENT & LAPORAN OPERASI         
Bangsal : Amarylis 1
Kelamin :     L/P
Nomor : 14-63-64
Nama    :  Tn. R
Umur :  18 th     
Tgl/bl/th: 31/03/2001
Kelas/Jaminan :        /
Km Operasi No: 4
Op Ke :4Jam 13.30
Praktikan :
Paraf          :
Trainer :
Paraf      :
Diagnosa Medis   : Union Fraktur Femur Dexstra
Tindakan Operasi : Aff Plate
Operator : H, Sp OT, Mkes,dr
Peran Pratikan
Obs    CN
Asisten Instrument
Instrumentasi Didampingi
Instrumentasis Mandiri
Assisten












Persiapan Anastesi     :
Jenis Anastesi             : Spinal Anestesi ( SA )






PERHITUNGAN INSTRUMEN DAN BAHAN HABIS PAKAI
No
Instrumen dan Sponge
Jumlah
Pra
Intra
+
Post

INSTRUMEN
1
Scaple Handle no. 3
1
1
-
1
2
Kidney Trey (bengkok)
1
1
-
1
3
Bowl (kom)
2
2
-
2
4
Anatomis Pinset
2
2
-
2
5
Chirurgis pinset
2
2
-
2
6
Delicate Scissor (Gunting Benang)
1
1
-
1
7
Dissecting Scissor/ Metzenbaum
2
2
-
2
8
Neddle Holder
2
2
-
2
9
Langen Back
2
2
-
2
10
Hak jari (Wound Retractor)
2
2
-
2
11
Double hak
2
2
-
2
12
Raspatorium sedang
1
1
-
1
13
Knable tang
1
1
-
1
14
Fast grip
1
1
-
1
15
Haemostatic Forceps sedang
5
5
-
5
16
Sponge holding Forceps
1
1
-
1
17
Towel Klem
6
6
-
6
18
Tatah
3
3
-
3
19
Hammer
1
1
-
1
20
Screw driver 3,5
1
1
-
1
21
Yankeur/ suction tube
1
1
-
1
22
Set/ Handpiece Couter
1
1
-
1
23
Duk Besar
3
3
-
3
24
Duk Kecil
3
3
-
3
25
Perlak
2
2
-
2
26
Sarung Mayo
1
1
-
1
27
Jas Operasi
4
4
-
4

BARANG HABIS PAKAI
28
Glove Steril 6.5, 7, 7.5
1/2/1
1/2/1
-
1/2/1
29
Kassa Steril
40
40
-
40
30
Yankeur
1
1
-
1
31
NaCl 0.9%
200cc
100cc
-
100cc
32
Providone Iodine 10%
100cc
50cc
-
50cc
33
Alkohol 70%
100cc
50cc
-
50cc
34
Bisturi no. 10
1
1
-
1
35
Hypavix
15cm
15cm
-
15cm
36
PGA 4.0 cutting
2
2
-
2
37
Apron
4
4
-
4
38
underpad
1
1
-
1
39
Ground Plate
1
1
-
1
40
Spuit 10 cc
1
1
-
1
41
Towel
1
1
-
1
42
H2O2
100cc
100cc
-
100cc



PENGELOLAAN PASIEN PERIOPERATIF
SERAH TERIMA PASIEN
1.    Pasien dari ruang Amarylis 1 datang ke IBS dilakukan serah terima pasien antara perawat ruangan dengan perawat IBS.
2.    Melakukan transfer pasien dari brankart ruangan dengan menggunakan eas move ke brankart kamar bedah di holding room.
3.    Mengganti baju pasien dan memakaikan topi operasi serta memasang siderail brankart kamar bedah.
4.    Melakukan pengecekan pengisian ceklist yang berisi lama puasa, pengecekan inform concern ( persetujuan operasi ), identitas pasien, kelengkapan serah terima pasien lainnya termasuk obat-obatan yang dibawa.
5.    Memeriksa keadaan pasien di ruang Pra Induksi, meliputi tingkat kesadaran, tanda-tanda vital (TTV) dan kaji riwayat alergi, memasang stiker warna merah bilamana terjadi reaksi alergi obat-obat pre medikasi tertentu.

SIGN IN
Perawat sirkuler melakukan Sign In di ruangan pra induksi sebelum induksi anastesi , dan dihadiri minimal oleh dokter anastesi, perawat bedah dan perawat anastesi.
a.    Apakah pasien telah memberikan konfirmasi kebenaran identifikasi, lokasi operasinya, prosedurnya dan telah memberikan persetujuan dalam lembar informed concent? (sudah)
b.    Apakah lokasi operasi sudah diberi tanda/ marking? (sudah dimarking)
c.    Apakah mesin dan obat anastesi telah di cek dan lengka ?
d.    Apakah Pulse oximeter sudah terpasang dan berfungsi? (sudah)
Apakah pasien memiliki
a.   Riwayat alergi yang diketahui?(tidak)
b.   Resiko kesulitan pada jalan nafas atau resiko aspirasi? (tidak ada)
c.   Resiko kehilangan darah > 200 ml (35ml/Kg BB pada dewasa)? (tidak ada)

PERSIAPAN TIM BEDAH,  ANESTESI DAN PENGELOLAAN PASIEN
1.   Dokter operator, asisten operator, perawatan instrument menggunakan APD (penutup kepala, masker, kacamata, apron, sandal/ sepatu boot).
2.   Alasi meja operasi dengan menggunakan duk bersih dan underpad kemudian pasien dipindahkan ke meja operasi dari brankart secaraaman dengan menggunakan easy move.
3.   Perawat instrumen menyiapkan instrumen Handset Medicon yang akan digunakan untuk tindakan operasi Aff Plate
4.   Perawat sirkuler memasang pulseoxymeter, bedside monitor, sphigmomanometer dan menempatkan infus pada standart infus, cek mesin suction an pasang tabung suction.
5.   Cek fungsi Electro Surgery Unit ( ESU )
6.   Pasang ground plate atau netral couter pada salah satu ektremitas bawah pasien yang dipasang oleh perawat sirkuler.
7.   Tim anastesi (dokter anastesi dan penata anastesi) melakukan anastesi  dengan teknik Spinal Anastesi.
8.   Kemudian perawat sirkuler mengatur posisi pasien miring.

SCRUBING
Dokter operator, perawat instrumen, asisten operator melakukan cuci tangan bedah. (air mengalir, chlorehexidine 4%, pembersih kuku, sponge, sikat). Dengan langkah-langkah :
a)  Lepas aksesoris yang berada ditangan
b)  Pakai apron
c)  Lipat lengan baju 10 cm diatas siku
d)  Basahi tangan dan lengan sampai 5 cm diatas siku dibawah air mengalir.
e)  Bersihkan kuku dengan menggunakan pembersih kuku dibawah air mengalir dari arah dalam keluar.
f)   Tuang cairan chlorehexidine 4% ke spn secukupnya (5ml).
g)  Basahi spon dan remas-remas sampai berbusa, lumuri dan gosok seluruh permukaan tangan sampai 5 cm diatas siku.
h)  Sikat kuku jari pada masing-masing tangan selama 1 menit (dengan arah menjauhi badan).
i)    Buang sikat dan bilas dengan air mengalir sampai bersih (spon tetap dipegang).
j)    Dengan meremas spon sampai berbusa, lumuri kembali tangan sampai 3/4 lengan (5 detik untuk 2 tangan).
k)  Gunakan spon untuk membersihkan tangan kiri dan kanan (mulailah menggosok telapak tangan selama 15 detik, punggung tangan 15 detik, kemudian seluruh jari 15 detik secara berurutan. Setiap jari digosok seolah mempunai 4 sisi) lalu buang spon kemudian bilas dibawah air mengalir sampai bersih.
l)    Lumuri kembali dan gosok telapak tangan sampai pergelangan tangan dengan chlorehexidine 4% lalu cuci tangan prosedural.
m) Bilas dengan air mengalir sampai bersih
n)  Biarkan air mengalir dari arah tangan sampai siku, jangan dikibas.
o)  Pertahankan posisi tangan agar tepalak tangan sejajar dengan bahu.

GOWNING dan GLOVING
9.      Dokter operator, perawat instrumen, asisten operator, mengeringkan tangan dengan towel kemudian memakai jas operasi dan glove steril. (jari-jari tidak boleh melewati manset jas operasi).
10.   Perawat instrumen menyiapkan meja mayo meliputi memasang sarung meja, perlak pengalas dan menyiapkan instrumen di meja mayo.

INSTRUMENTASI
11.   Scrubing nurse/ instrumentator meniapkan instrumen ORIF dan bahan habis pakai meliputi kassa steril 20, set yankeur, memasang bisturi no. 10 pada scapele no. 3, benang PGA 4.0

ASEPSIS
12.   Perawat instrumen memberikan kassa sterile 40 yang telah dijepit dengan Tongue Forceps/ Sponge holding forcep dan Bowl yang berisi povidon iodine 10% dan alkohol 70% di Kidney Tray kepada operator untuk melakukan asepsis pada area operasi.
DRAPPING
13.   Perawat instrumen memberikan duk steril, kepada asisten operator untuk melakukan drapping
a.   berikan satu duk besar untuk menutupi area caudal. Berikan satu duk besar untuk menutupi bagian tubuh atas/ frontal pasien. Berikan dua duk sedang untuk bagian samping kemudian fiksasi dengan menggunakan Doek klem. Pasang set duk perlak diatas duk besar bagian caudal untuk mencegah tumpahan darah, cairan tubuh pasien ang merembes/ tembus dan siapkan suction yankeur serta difiksasi dengan Doek klem.
b.   Pasang dan fiksasi set Handpiece Couter ESU dengan Towel Clop/ Doek Klem kecil yang bersebelahan dengan selang suction.

TIME OUT
14.   Perawat sirkuler memimpin Time Out
a.   Seluruh anggota telah menyebutkan nama dan peran masing-masing
b.   Konfirmasi klien mengenai (identitas klien, diagnosa, prosedur operasi dan area insisi)
c.   Antibiotik profilaksis telah diberikan dalam 60 menit? (Ya/ Tidak)
ANTISIPASI KEJADIAN KRITIS :
§  Operator
a.   Hal kritis atau langkah tak terduga apakah yang mungkin diambil ? (Tidak ada)
b.   Berapa estimasi lama operasi ? (1 jam)
c.   Antisipasi kehilangan darah yang dipersiapkn ? (Tidak ada)
§  Tim Anastesi
a.   Adakah masalah spesifik yang timbul ? (Tidak ada)
b.   Adakah terdapat hal penting mengenai pasien yang perlu diperhatikan? (Hemodinamik)
§  Tim Keperawatan
a.   Apakah peralatan sudah steril ? (sesuai indikator)
b.   Adakah alat khusus harus diperhatikan ? (tidak ada)


Dipersilahkan Operator memimpin Doa   


LANGKAH-LANGKAH OPERASI AFF PLATE
No
URAIAN LANGKAH-LANGKAH OPERASI
INSTRUMENT, BHP DAN SPONGE
1
Memberikan pinset chirurgis kepada operator untuk memastikan keberhasilan tindakan anastesi dengan rangsangan nyeri
Pinset chirurgis
2
Memberikan scalpel no 3 dengan bisturi no 10 menggunakan kidney trey kepada operator untuk melakukan insisi kulit sampai lemak
Scalpel no 3
Bisturi no 10
Kidney trey
3
Memberikan haemostatik forceps dan handpiece couter kepada operator untuk menghentikan perdarahan dengan cara menjepit ujung pembuluh darah ang terputus
Haemostatik forceps
Handpiece couter
4
Memberikan haemostatik forceps dan kassa steril kepada asisten operator untuk membantu merawat perdarahan
Haemostatik forceps
Kassa steril
5
Memberikan hak jari 2 kepada asisten operator untuk memperlebar area operasi dan memberikan gunting jaringan kepada operator untuk membuka facia dan otot
Hak jari
Gunting jaringan
6
Memberikan langen back kepada asisten operator untuk mengekspose tulang dan plate
Langen back
7
Memberikan handpiece couter atau raspatorium kepada operator untuk membebaskan jaringan yang menempel pada plate
Handpiece couter
raspatorium
8
Memberikan screw driver 3,5 kepada operator untuk melepas screw dan memberikan haemostatic forceps kepada asisten operator untuk menjepit screw yang akan dilepas. Setelah screw terlepas perawat instrument meletakkan screw pada kom yang berisi H2O2
Screw driver 3.5
Haemostatic forceps
Kom
H2O2
9
Lakukan langkah no 8 sebanyak screw yang akan dilepas
Screw driver 3.5
Haemostatic forceps
Kom
H2O2
10
Memberikan tatah dan hammer kepada operator untuk memisahkan plate dan tulang. Setelah plate terlepas letakkan plate pada kom yang berisi H2O2
Tatah
Hammer
Kom
H2O2
11
Memberikan knable tang kepada operator untuk merapikan tulang
Knable tang
12
Memberikan spuit 10 cc berisi NaCl 0.9% dan antibiotik kepada asisten operator untuk mengirigasi tulang dan melakukan suction, kemudian memberikan kassa steril kepada operator untuk mengeringkan area operasi
Spuite 10 cc
Antiobiotik
NaCl 0.9%
Kassa steril
13
Memberikan pinset chirurgis dan gunting jaringan kepada operator untuk memotong keloid
Pinset chirurgis
Gunting jaringan
14
Memberikan handpiece couter dan haemostatic forceps kepada operator untuk mengevaluasi perdarahan
Handpiece couter
Haemostatic forceps
15
SIGN OUT
Lakukan penghitungan instrumen yang digunakan sejumlah
Nama Barang
Pre
Intra
(+)
Post
Instrumen
41
41
-
41
Kassa
40
40
-
40
Jarum
2
2
-
2

a.    Label spesimen (minimal terdapat asal jaringan, nama pasien, no. RM, tanggal lahir( (tidak ada)
b.    Apakah terdapat permasalahan peralatan ang perlu disikapi ? (tidak ada)
Kepada operator, dokter anastasi dan tim keperawatan apakah terdapat pesan khusus untuk pemulihan pasien ?
(monitor hemodinamik, re-assesment nyeri)

16
Memberikan benang PGA 4.0 cutting menggunakan needle holder dan pinset chirurgis kepada operator untuk menjahit fasia dan lemak serta memberikan haemostatic forceps, kassa steril dan gunting benang kepada asisten operator untuk melakukan depper dan membantu proses penjahitan
PGA 4.0 cutting
Needle holder
Haemostatic forceps
Pinset chirurgis
Gunting jaringan
Kassa steril
17
Memberikan PGA 4.0 cutting menggunakan needle holder dan pinset chirurgis kepada operator untuk menjahit kulit secara subcuticular, asisten operator membantu melakukan depper menggunakan kassa steril dan menggunting benang menggunakan gunting benang
PGA 4.0 cutting
Needle holder
Pinset chirurgis
Kassa steril
Gunting benang
18
Memberikan kassa steril yang telah dibasahi menggunakan NaCl 0.9% kepada asisten operator untuk membersihkan area jahitan dari dalam keluar dan memberikan kassa steril kering untuk mengeringkan area jahitan
Kassa steril
NaCl 0.9%
19
Memberikan kassa steril yang diberi providone iodine 10% kepada asisten operator untuk menutup luka operasi kemudian dilapisi menggunakan kassa steril kering dan difiksasi dengan menggunakan hypavix
Kassa steril
Providone iodine 10%
Hypavix
20
Merapikan dan membersihkan pasien menggunakan towel serta melepas semua doek dan towel klem
Towel
21
Meletakkan instrumen ke box alat kotor setelah dihitung kelengkapannya dan dipastikan tidak ada yang tertinggal dalam tubuh pasien
Box alat kotor
22
Perawat instrumen, asisten operator, dan operator melepas jas steril, melepas sarung tangan, apron, kemudian cuci tangan prosedural dengan chlorhexidine 4%

23
Tim anastesi melakukan pengecekan kesadara pasien

24
Pasien dipindahkan ke brankart dan dibawa ke recovery room

25
Sesampainya diruang recovery room pasien dipasang bedside monitor dan oksigen untuk mengetahui status hemodinamik pasien

26
Monitor kesadaran, TTV klien dan atur posisi klien

27
Melakukan penilaian pasien dengan menggunakan Bromage score, dan pasien dapat dipindahkan ke bangsal apabila scorenya kurang dari 2

28
Nurse Hand Over antara perawat RR dengan perawat ruang Amarylis 1



                                                                                                Semarang,    Agustus 2019
                                                                                                     Pembimbing Klinik/ CI

                                                                                               

                                                                                                         Ns.Jamaliah, S.Kep

Komentar

Entri Populer

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TINDAKAN SNNT

BAB I PENDAHULUAN     A.      Latar Belakang Strauma adalah pembesaran pada kelenjar tiroid   yang biasanya terjadi karena folikel folikel terisi koloid secara berlebihan. Setelah bertahun-tahun folikel tumbuh semakin membesar dengan membentuk kista dan kelenjar tersebut menjadi noduler (Smeltzer & Suzanne, 2013). Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme (Hartini, 2010). Struma non toksik disebabkan oleh kekurangan yodium yang kronik. Struma ini disebut sebagai simple goiter, struma endemik, atau goiter koloid yang sering ditemukan di daerah yang air minumya kurang sekali mengandung yodium dan goitrogen   yang menghambat sintesa hormon oleh zat kimia. Sekitar 10 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan tiroid, baik kanker tiroid, struma nodosa non toxic, maupun struma nodosa toxic ( American Thyroid Associa...

Laporan Pendahuluan Febris

LAPORAN PENDAHULUAN FEBRIS I.      KONSEP DASAR A.   Pengertian Febris (demam) yaitu meningkatnya suhu tubuh yang melewati batas normal yaitu lebih dari 38 0 C (Hidayat, 2005). Demam berarti suhu tubuh diatas batas normal biasa, dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh zat toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu, penyakit-penyakit bakteri, tumor otak atau dehidrasi (Hidayat, 2005). Demam adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu hingga 38° C atau lebih. Ada juga yang yang mengambil batasan lebih dari 37,8°C. Sedangkan bila suhu tubuh lebih dari 40°C disebut demam tinggi (hiperpireksia) (Ngastiah, 2005). B.   Etiologi Menurut Pelayanan kesehaan maternal dan neonatal 2000 bahwa etiologi febris,diantaranya 1.     Suhu lingkungan. 2.     Adanya infeksi. 3.     Pneumonia. 4.     Malaria. 5.     Otitis m...