|
HIPKABI
LAPORAN PENGHITUNGAN INSTRUMEN DAN LANGKAH LANGKAH
OPERASI
|
Bangsal : Anggrek
|
Kelamin : L / P
|
Nomor : 561484
|
|||||
|
Nama : Tn. A
|
Umur : 22 Th
|
Tgl/Bl/Th : 23/04/1996
|
||||||
|
Kelas / Jaminan :II/ BPJS
|
Km. Operasi No : 2
|
Op. Ke : 3 Tgl : 26/06/2018 Jam : 12.00
|
||||||
|
Praktikum :
Paraf : ..........
|
Trainer : .
Paraf : ..........
|
|||||||
|
Diagnosa Medis : Appendicitis
Tindakan Operasi : Laparatomy
|
Operator : dr. N, Sp. B
|
|||||||
|
Peran Praktikum
|
Observer
|
Sirkuler
|
Asisten Instrumen
|
Instrumen Mandiri
|
||||
|
No
|
Instrumen dan Sponge
|
Jumlah
|
Langkah - Langkah Operasi
|
|||||||||||||||||||||||
|
Pra
|
Intr
|
+
|
Post
|
|||||||||||||||||||||||
|
INSTRUMEN
|
||||||||||||||||||||||||||
|
1
|
Kidney tray / kidney
basin
|
1
|
1
|
-
|
1
|
SERAH TERIMA PASIEN
1.
Pasien
dari ruang Anggrek datang ke IBS dilakukan serah terima pasien
antara perawat ruangan dengan perawat IBS.
2.
Melakukan
transfer pasien dari brankart ruangan dengan menggunakan
easy move ke brankart kamar bedah di
holding
room.
3.
Mengganti
baju pasien dan memakaikan topi operasi
serta memasang siderail brankart kamar bedah.
4.
Melakukan
pengecekan pengisian ceklist yang
berisi pengecekan inform concern (persetujuan operasi), identitas pasien, kelengkapan yang
akan di operasi
(obat-obatan yang
dibawa).
5.
Memeriksa
keadaan pasien meliputi tingkat kesadaran,
tanda-tanda vital (TTV) dan kaji riwayat alergi, memasang stiker warna merah bilamana
terjadi reaksi alergi obat-obat pre medikasi tertentu. Kaji lama puasa di
ruang Pra Induksi, setelah itu :
SIGN IN
(Dilakukan
di ruangan pra induksi sebelum induksi anastesi, dan dihadiri minimal oleh dokter anastesi,
perawat bedah dan perawat anastesi).
a.
Apakah
pasien telah memberikan konfirmasi kebenaran identifikasi, lokasi operasinya,
prosedurnya dan telah memberikan persetujuan dalam lembar informed concent?
b.
Apakah
lokasi operasi sudah diberi tanda/ marking? (sudah dimarking)
c.
Apakah
mesin dan obat anastesi telah di cek dan lengkap? (sudah)
d.
Apakah
Pulse oximeter sudah terpasang dan berfungsi? (sudah)
Apakah
Pasien Memiliki
a.
Riwayat
alergi yang diketahui? (tidak)
b.
Resiko
kesulitan pada jalan nafas atau resiko aspirasi? (tidak ada)
c.
Resiko
kehilangan darah >500 ml (7ml/Kg BB pada anak).
3.
Alasi
meja operasi dengan menggunakan duk bersih dan underpad, kemudian pasien
dipindahkan ke meja operasi secara
aman dengan menggunakan easy move
4.
Perawat
instrumen menyiapkan instrumen Set Laparatomy
yang akan digunakan untuk tindakan
operasi Appendictomy.
5.
Perawat
sirkuler memasang pulseoxymeter, bedside monitor, spignomanometer dan menempatkan
infus pada standart infus, cek mesin suction dan pasang tabung suction.
6.
Pasang
ground
plate atau netral couter pada salah satu ektremitas bawah pasien yang
di pasang oleh perawat sirkuler.
7.
Tim
anastesi (dokter anastesi dan penata anastesi ) melakukan anastesi dengan
teknik Spinal Anestesi (SA).
8.
Kemudian
perawat sirkuler mengatur posisi pasien supinasi.
9.
Dokter
operator, asisten operator, perawat instrument menggunakan APD (Penutup
kepala, masker ,kacamata, apron, sepatu boot)
SCRUBING
10. Dokter operator, perawat
instrumen, asisten operator melakukan cuci tangan bedah.( air mengalir, chlorehexidine
4%, pembersih kuku, sponge, sikat). Dengan langkah-langkah:
1.
Lepas
asesoris yang berada ditangan
2.
Pakai
apron
3.
Lipat
lengan baju 10 cm diatas siku.
4.
Basahi
tangan dan lengan sampai 5cm diatas siku dibawah air mengalir.
5.
Bersihkan
kuku dengan menggunakan pembersih kuku di bawah alir mengalir dari arah dalam
keluar.
6.
Tuang
cairan chlorhexidine 4% ke spon secukupnya (5ml).
7.
Basahi
spon dan remas-remas sampai berbusa, lumuri dan gosok seluruh permukaan
tangan sampai 5 cm di atas siku.
8.
Sikat
kuku jari pada masing-masing tangan selama 1 menit (dengan arah menjauhi
badan).
9.
Buang
sikat dan bilas dengan air mengalir sampai bersih (spon tetap dipegang).
10. Dengan meremas spon sampai
berbusa, lumuri kembali tangan sampai 3/4 lengan (5detik untuk 2 tangan).
11. Gunakan spon untuk membersihkan
tangan kiri dan kanan (mulailah menggosok telapak tangan selama 15
detik,punggung tanagan 15 detik,kemudian seluruh jari 15 detik secara
berurutan. Setiap jari digosok seolah mempunyai 4 sisi) lalu buang spon
kemudian bilas di bawah air mengalir sampai bersih.
12. Lumuri kembali dan gosok
telapak tanggan sampai pergelangan tangan dengan chlorhexidine 4%, lakukan
cuci tangan prosedural.
13. Bilas dengan air mengalir
sampai bersih.
14. Biarkan air mengalir dari arah
tangan sampai siku,jangan dikibas.
15. Perthankan posisi tangan agar
telapak tangan sejajar dengan bahu.
GOWNING dan GLOVING
11. Dokter operator, perawat instrumen,
asisten operator mengeringkan tangan dengan towel kemudian memakai jas
operasi dan glove steril. ( jari-jari tidak boleh melewati manset jas
operasi).
12. Perawat instrumen menyiapkan
meja mayo meliputi memasang sarung meja, perlak pengalas dan menyiapkan
instrumen di meja mayo.
INSTRUMENTASI
13. Scrubing nurse/ instrumentator
menyiapkan instrumen APP Anak dan bahan habis pakai meliputi kassa steril 40,
set yankeur, memasang bisturi no 10
pada scaple no 3, benang Cutgut plan no 0/0 (●) / tapper,
Silk 2/0 (●) / tapper, PGA 4/0 ▲/ cutting.
ASEPSIS
14. Perawat instrumen memberikan
kassa steril yang telah dijepit dengan Ovarium Clem/ Sponge holding forcep, Bowl yang berisi povidon iodine 10%
dan alkohol 70% di Kidney trays kepada operator untuk melakukan Asepsis pada area operasi.
DRAPPING
15. Perawat instrumen memberikan
duk steril,
kepada asisten operator untuk melakukan drapping
a. Berikan satu duk besar utk
menutupi area cudal. Berikan satu duk besar untuk menutupi Alasi bagian tubuh
bagian atas/ frontal pasien. berikan dua duk sedang untuk bagian samping
kemudian fiksasi dengan menggunakan towel klem. Pasang set duk perlak di atas
duk besar bagian caudal untuk mencegah
tumpahan darah, cairan tubuh pasien yang merembes/tembus dan siapkan suction
yankeur serta difiksasi dengan towel klem.
b. pasang dan fiksasi set hand
piece couter dengan towel clem yang bersebelahan dengan slang suction.
Perawat
sirkuler melakukan.
TIME OUT
A. Nama dan peran anggota
B. Konfirmasi klien mengenai
(identitas klien, diagnosa, prosedur operasi)
C. Pencegahan kejadian yang tidak
diinginkan.
1. Operator
a.
Kemungkinan
kesulitan selama operasi (tidak ada)
b.
Estimasi
lama operasi, (1 jam)
c.
Antisipasi
kehilangan darah. (tidak ada)
2. Tim
anastesi
a.
Adakah
masalah spesifik yang timbul? (tdk ada)
b.
Hal
apa yang perlu di perhatikan? (tdk ada)
3. Tim
keperawatan
a.
Apakah
peralat sudah steril? (sesuai indikator)
b.
Adakah
alat khusus harus diperhatikan? (tdk ada)
Doa dipimpin operator.
1. Perawat
instrumen memberikan pinset cirugis kepada operator untuk mengecek sensivitas
nyeri untuk memastikan keberhasilan tindakan anestesi.
2. Perawat
instrumen
memberikan handle scapel no 3 dengan bisturi no 10 yang diletakan di atas bengkok
kepada operator untuk melakukan insisi kulit sampai lemak pada daerah di
bawah pusat.
3. Perawat
instrumen memberikan pinset cirugis pada asisten operator untuk menjepit
kulit dan membantu operator dalam melakukan insisi.
4. Perawat
instrumen memberikan cauter kepada operator untuk membuka lemak hingga
mencapai musculus obliqus externus abdominis (MOE)
5. Perawat
instrumen memberikan kassa steril kepada asisten operator untuk merawat
pendarahan dan asisten operator membantu membuka daerah insisi dengan
menggunakan pinset cirurgis.
6. Perawat
instrumen memberikan 2 delicate retractor / wound retractor
kepada asisten
operator untuk membantu pelebaran area operasi sampai terlihat facia.
7. Perawat
instrumen memberikan handle scapel no 3 dengan bisturi no 10 yang diletakkan
pada bengkok dan pinset anatomis kepada operator untuk melakukan insisi pada
facia dan tetap lakukan suction bila ada perdarahan.
8. Perawat
instrumen memberikan delicate retractor / wound retractor untuk memperluas lapang pandang dan di
tarik sesuai arahan operator.
9. Perawat
instrumen memberikan pean dan gunting jaringan kepada operator untuk membuka
MOE secara tumpul searah dengan seratnya sampai tampak lemak, peritonium.
10. Perawat
instrumen memberikan delicate retractor / wound retractor
kepada asisten operator untuk memisahkan otot.
11. perawat
instrumen memberikan hemostatic forceps untuk menjepit otot dan memperlebar area operasi
12. Perawat
instrumen memberikan 2 hemostatic forceps / klem dan gunting jaringan / metzenbaum
kepada operator untuk membuka lapisan peritonium yang berwarna putih dengan
dibantu asisten operator untuk memegang hemostatic forceps / klem kemudian diangkat ke atas dan dibuka
asisten operator menggunakan gunting jaringan, perhatikan apa yang keluar
pus, udara atau cairan (darah , feses) kemudian asisten operator memasang delicate
retractor / wound retractor kedalam rongga peritonium.
13. Perawat
instrumen memberikan suction kepada asisten operator untuk menghisap cairan yang
keluar saat peritonium yang dibuka.
14. Perawat
instrumen memberikan pinset anatomis kepada operator untuk mencari appendix
vermiformis dengan menelusuri caecum
15. Setelah
apendik ditemukan operator perawat instrumen memberikan
B-Cock kepada operator untuk memegang appendik.
16. Perawat
instrumen memberikan dua hemostatic forceps / klem kepada operator untuk menjepit pangkal
appendix dan messoappendix.
17. Perawat
instrumen memberikan gunting jaringan untuk
memotong appendik.
18. Perawat
instrumen memberikan needle holder dengan benang silk 2.0 (●) tapper kepada
operator untuk menjahit mesenterium yang dipotong
19. Setelah
appendik dipotong letakkan appendik dalam kassa dan kemudian perawat
instrumen memberikan kassa yang telah diberi povidone iodine 10% kepada
asisten operator untuk mendesinfeksi proksimal / pangkal sisa appendik.
20. Perawat
instrumen memberikan suction kepada asisten
operator dan langen back kepada operator untuk memperluas lapang
pandang area operasi, kemudian perawat instrumen menuangkan cairan nacl 0,9%
yang berada dalam kom untuk membersihkan sisa darah dan sisa cairan yang
keluar dari appendik, keringkan dengan kassa yang dijepit dengan ovarium klem.
SIGN OUT
Lakukan penghitungan instrumen yang digunakan sejumlah
-
Label specimen (minimal terdapat asal jaringan,nama pasien,no RM, tanggal
lahir) (tidak ada)
-
Apakah terdapat permasalahan peralatan yang perlu disikapi? (Tidak ada)
-
Kepada operator,Dokter anastesi dan tim keperawatan, Apakah terdapat
pesan khusus untuk pemulihan pasien? (Tidak ada)
21. Perawat
instrumen memberikan dua langen back kepada asisten operator untuk memperluas
lapang pandang operator, kemudian perawat instrumen memberikan needle holder
dengan benang Cat Gut plan 0.0/ (●)
tapper dan pinset chirugis untuk menjahit facia kemudian perawat instrumen
memberikan gunting benang kepada asisten operator untuk membantu memotong
benang.
22. Perawat
instrumen memberikan
needle holder dengan benang Cat Gut plam 0.0 dengan jarum (●) tapper dan pinset
cirugis kepada operator untuk menjahit otot dan lemak, dan perawat instrumen
memberikan gunting benang kepada asisten operator untuk membantu memotong
benang.
23. Perawat
instrumen memberikan needel holder dengan benang PGA 4.0/(▲) cutting dan pinset
cirugis kepada operator untuk menjahit kulit secara sub cuticuler.
24. Perawat
instrumen memberikan kassa steril dan povidone iodin 10% kepada asisten operator,
kemudian perawat sirkuler menutup luka operasi dengan menggunakan plester/ hypafix.
25. Perawat
sirkuler merapikan dan membersihkan pasien
26. Perawat
instrumen menaruh ke tempat box alat kotor setelah dihitung kelengkapan.
27. Perawat
instrumen, sirkuler, operator melepas jas
steril, melepas sarung tangan, apron, setelah itu cuci tangan
prosedural .
28.
Jika pasien sudah rapi, kemudian pindahkan pasien ke brankart untuk
dipindahkan ke ruang pemulihan atau recoveri room (RR)
29. Jika pasien sudah dipindahkan ke ruang
pemulihan, pasang bed set monitor dan
lakukan pemantauan TTV,
kesadaran, dan penilaian
hilangnya efek anestesi, sambil
menunggu perawat ruangan melakukan serah terima kembali pada perawat kamar
operasi untuk membawa pasien kembali ke bangsal atau ruangan inapnya.
|
||||||||||||||||||||

Komentar
Posting Komentar