Langsung ke konten utama

Laporan Operasi Hernioraphy

HIPKABI


 
 


LAPORAN
PENGHITUNGAN INSTRUMEN DAN LANGKAH LANGKAH OPERASI
Bangsal : Anggrek
Kelamin : L / P
Nomor : 599548

Nama : Tn. R
Umur : 59 Th  Bln
Tgl/Bl/Th : 14/05/1959

Kelas / Jaminan : III/BPJS
Km. Operasi No : 1
Op. Ke : 4 Tgl : 25/06/2018  Jam : 12.00 WIB

Praktikum :
Paraf : ..........
Trainer :
Paraf : ..........

Diagnosa               : Hernia Inguinalis Dextra
Tindakan Operasi : Hernioraphy
Operator : dr. N, Sp. B

Peran Praktikum
Observasi
Sirkuler
Asisten Instrumen
Instrumen Mandiri



No
Instrumen dan Sponge
Jumlah
Langkah - Langkah Operasi
Pra
Intr
+
Post

INSTRUMEN

1
kidney trays / kidney Basin
1
1
-
1
SERAH TERIMA PASIEN
1.      Pasien dari ruang Anggrek datang              ke IBS dilakukan serah terima pasien antara perawat ruangan dengan perawat IBS.
2.      Melakukan transfer pasien                          dari brankart ruangan dengan menggunakan easy move ke brankart kamar bedah di holding room.
3.      Mengganti baju pasien dan memakaikan  topi operasi serta memasang siderail brankart kamar bedah.
4.      Melakukan pengecekan pengisian  ceklist yang berisi pengecekan inform concern (persetujuan operasi),  identitas pasien, kelengkapan yang akan                            di operasi (obat-obatan yang                 dibawa).
5.      Memeriksa keadaan  pasien meliputi tingkat kesadaran, tanda-tanda vital (TTV) dan kaji riwayat alergi, memasang stiker warna merah bilamana terjadi reaksi alergi obat-obat pre medikasi tertentu. Kaji lama puasa di ruang Pra Induksi, setelah itu :

SIGN IN
(Dilakukan di ruangan pra induksi sebelum induksi anastesi, dan dihadiri minimal oleh dokter anastesi,  perawat bedah dan perawat anastesi).
a.           Apakah pasien telah memberikan konfirmasi kebenaran identifikasi, lokasi operasinya, prosedurnya dan telah memberikan persetujuan dalam lembar informed concent?
b.          Apakah lokasi operasi sudah diberi tanda/ marking? (sudah)
c.           Apakah mesin dan obat anastesi telah di cek dan lengkap? (sudah)
d.          Apakah Pulse oximeter sudah terpasang dan berfungsi? (sudah)
Apakah Pasien Memiliki
a.       Riwayat alergi yang diketahui? (tidak ada)
b.      Resiko kesulitan pada jalan nafas atau resiko aspirasi? (tidak ada)
c.       Resiko kehilangan darah >500 ml (7ml/Kg BB pada anak).
3.      Alasi meja operasi dengan menggunakan duk bersih dan underpad, kemudian pasien dipindahkan ke meja operasi secara  aman dengan menggunakan easy move
4.      Perawat instrumen menyiapkan instrumen Set Basic  yang akan digunakan untuk tindakan operasi hernioraphy.
5.        Perawat sirkuler memasang pulseoxymeter, bedside monitor, spignomanometer dan menempatkan infus pada standart infus, cek mesin suction dan pasang tabung suction.
6.        Pasang ground plate atau netral couter pada salah satu ektremitas bawah pasien yang di pasang oleh perawat sirkuler.
7.        Tim anastesi (dokter anastesi dan penata anastesi ) melakukan anastesi dengan teknik  Spinal Anestesi (SA).
8.        Kemudian perawat sirkuler mengatur posisi pasien supinasi.
9.        Dokter operator, asisten operator, perawat instrument menggunakan APD (Penutup kepala, masker ,kacamata, apron, sepatu boot)
      
SCRUBING
10.  Dokter operator, perawat instrumen, asisten operator melakukan cuci tangan bedah.( air mengalir, chlorehexidine 4%, pembersih kuku, sponge, sikat). Dengan langkah-langkah:
1.      Lepas asesoris yang berada ditangan
2.      Pakai apron
3.      Lipat lengan baju 10 cm diatas siku.
4.      Basahi tangan dan lengan sampai 5cm diatas siku dibawah air mengalir.
5.      Bersihkan kuku dengan menggunakan pembersih kuku di bawah alir mengalir dari arah dalam keluar.
6.      Tuang cairan chlorhexidine 4% ke spon secukupnya (5ml).
7.      Basahi spon dan remas-remas sampai berbusa, lumuri dan gosok seluruh permukaan tangan sampai 5 cm di atas siku.
8.      Sikat kuku jari pada masing-masing tangan selama 1 menit (dengan arah menjauhi badan).
9.      Buang sikat dan bilas dengan air mengalir sampai bersih (spon tetap dipegang).
10.  Dengan meremas spon sampai berbusa, lumuri kembali tangan sampai 3/4  lengan (5detik untuk 2 tangan).
11.  Gunakan spon untuk membersihkan tangan kiri dan kanan (mulailah menggosok telapak tangan selama 15 detik,punggung tanagan 15 detik,kemudian seluruh jari 15 detik secara berurutan. Setiap jari digosok seolah mempunyai 4 sisi) lalu buang spon kemudian bilas di bawah air mengalir sampai bersih.
12.  Lumuri kembali dan gosok telapak tanggan sampai pergelangan tangan dengan chlorhexidine 4%, lakukan cuci tangan prosedural.
13.  Bilas dengan air mengalir sampai bersih.
14.  Biarkan air mengalir dari arah tangan sampai siku,jangan dikibas.
15.  Perthankan posisi tangan agar telapak tangan sejajar dengan bahu.

GOWNING dan GLOVING
11.  Dokter operator, perawat instrumen, asisten operator mengeringkan tangan dengan towel kemudian memakai jas operasi dan glove steril. ( jari-jari tidak boleh melewati manset jas operasi).
Perawat instrumen menyiapkan meja mayo meliputi memasang sarung meja, perlak pengalas dan menyiapkan instrumen di meja mayo.

INSTRUMENTASI
12.              Scubing nurse / instrumentator menyiapkan instrumen Basic dan bahan habis pakai meliputi kassa steril 40, set yankeur,  memasang bisturi no 10 pada scaple   no 3,  benang Chromic no 3/0 (●)/ tapper, PGA no 0 (●) / tapper,PGA 3/0 (▲)/cutting.

 ASEPSIS
13.  Perawat instrumen memberikan kassa steril yang telah dijepit dengan Ovarium Clem/ Sponge holding forcep, Bowl yang berisi iodin povidon 10% dan alkohol 70% di Kidney trays kepada operator  untuk melakukan asepsis pada area operasi.

DRAPPING
14.  Perawat instrumen memberikan duk steril, kepada asisten operator untuk melakukan drapping
a.  Berikan satu duk besar utk menutupi area caudal. Berikan satu duk besar untuk menutupi bagian atas/ frontal pasien. berikan dua duk sedang untuk bagian samping kemudian fiksasi dengan menggunakan towel klem. Pasang set duk perlak di atas duk besar bagian caudal untuk  mencegah tumpahan darah, cairan tubuh pasien yang merembes/tembus dan siapkan suction yankeur serta difiksasi dengan towel klem.
b.  pasang dan fiksasi set hand piece couter dengan towel clem yang bersebelahan dengan slang suction.
Perawat sirkuler melakukan.
TIME OUT
A.       Nama dan peran anggota
B.       Konfirmasi klien mengenai (identitas klien, diagnosa, prosedur operasi)
C.       Pencegahan kejadian yang tidak diinginkan.
1.     Operator
a.   Kemungkinan kesulitan selama operasi (tidak ada)
b.   Estimasi lama operasi,  ( 1 jam)
c.   Antisipasi kehilangan darah. (tidak ada)
2.     Tim anastesi
a.   Adakah masalah spesifik yang timbul? (tidak ada)
b.   Hal apa yang perlu di perhatikan? (tidak ada)
3.     Tim keperawatan
a.   Apakah peralat sudah steril? (sesuai indikatot)
b.   Adakah alat khusus harus diperhatikan? (tidak ada)
Doa dipimpin operator.



1.      Perawat instrumen memberikan pinset cirugis kepada operator untuk menandai area operasi.
2.      Berikan scapel no. 3 dengan bisturi no.10 yang dialasi kidney tray untuk insisi kulit.
3.      Berikan klem bengkok dan kassa untuk merawat perdarahan.
4.      Berikan couter untuk memperdalam insisi hingga lemak.
5.      Berikan scapel no. 3 dengan bisturi no.10 yang dialasi kidney tray untuk membuka fasia lalu berikan gunting jaringan atau klem bengkok untuk memperluas fasia (ekspose).
6.      Berikan pinset cirugis dan klem bengkok untuk membuka otot kemudian pisahkan otot.
7.      Berikan kassa dan klem bengkok atau couter untuk rawat perdarahan.
8.      Berikan langen back untuk ekspose daerah operasi.
9.      Operator mencari kantong hernia.
10.  Berikan kassa untuk fiksasi kantong hernia, dengan kassa di jepit menggunakan kocher / hemostatic forcep.
11.  Berikan gunting jaringan untuk membuka kantong hernia.
12.  Berikan klem bengkok untuk menjepit kantong hernia dan pisahkan kantong hernia proksimal dan distal. Kemudian lepaskan kassa yang di gunakan untuk fiksasi kantong hernia.
13.  Berikan klem bengkok / ligatur forcep untuk menjahit kantong hernia dan jahit dengan PGA no. 0 (●)tapper, kemudian berikan gunting benang untuk memotong benang.
14.  Cek perdarahan, apabila ada perdarahan berikan kassa/couter untuk rawat perdarahan.
15.  Pasang mess di sekitar kantong hernia kemudian di jahit dengan PGA no. 0 (●) tapper.
16.  Berikan kassa untuk rawat perdarahan.





SIGN OUT
16    Lakukan penghitungan instrumen yang digunakan sejumlah
Nama Barang
pre
intra
(+)
post
instrumen
27
25
-
27
kasa
40
30
-
40
jarum
3
3
-
3

-          Label specimen (minimal terdapat asal jaringan,nama pasien,no RM, tanggal lahir) (tidak ada)
-          Apakah terdapat permasalahan peralatan yang perlu disikapi? (Tidak ada)
-          Kepada operator,Dokter anastesi dan tim keperawatan, Apakah terdapat pesan khusus untuk pemulihan pasien? (Tidak ada)

17.  Berikan PGA no. 0 tapper untuk menjahit fasia lalu berikan gunting benang.
18.  Berikan benang chromic no. 3.0 tapper untuk menjahit lemak dan berikan gunting benang.
19.  Berikan benang PGA no. 3/0 cutting untuk menjahit subkutis dan berikan gunting benang.
20.  Bersihkan area insisi dengan Nacl 0,9% lalu keringkan dengan kassa.
21.  Berikan kassa betadin untuk tutup luka insisi.
22.  Berikan kassa untuk menutup luka.
23.  Berikan kassa yang telah dibasahi Nacl untuk membersihkan area sekitar operasi.
24.  Tutup luka menggunakan  hipafix untuk fiksasi.
25.  Jika semua instrumen dan bahan habis pakai dinyatakan sudah lengkap dan dipastikan tidak ada yang tertinggal,  maka setelah itu saatnya merapikan pasien dan semua peralatan
26.  Jika pasien sudah rapi, kemudian pindahkan pasien ke brankart untuk dipindahkan ke ruang pemulihan atau recoveri room (RR)
27.  Jika pasien sudah dipindahkan ke ruang pemulihan,  pasang bed set monitor dan lakukan pemantauan TTV,  kesadaran,  dan penilaian hilangnya efek anestesi,  sambil menunggu perawat ruangan melakukan serah terima kembali pada perawat kamar operasi untuk membawa pasien kembali ke bangsal atau ruangan inapnya.
2
Kom Sedang / Bowl
1
1
-
1
3
Gunting Benang / Delicate scrisscor
1
1
-
1
4
Gunting Jaringan / Metzenbaum
2
2
-
2
5
Langen Back
2
2
-
2
6
Set Jarum
1
1
-
1
7
Ovarium clem
6
6
-
6
8
Towel Klem
6
6
-
6
9
Kocker / ligature forcep
4
4
-
4
10
Couter
1
1
-
1
11
Pinset Anatomis
2
2
-
2
12
Pinset Sirurgis
2
2
-
2
13
Neddle Holder
2
2
-
2
14
Klem Bengkok / hemostatic forcep
5
5
-
5
15
Scapel No.3
10
10
-
10

BARANG HABIS PAKAI
11
Glove No.  6,5/7/7,5
1/2/1
1/2/1
-
`1/2/1
12
Kassa Steril
40
40
-
40
13
Suction / Yankeur
1
1
-
1
14
NaCl 0,9%
500 ml
250 ml
-
250 ml
15
Povidon Iodin 10%
100 ml
50ml
-
50 ml
16
Apron
4
4
-
4
17
Hipafix / Plester
1
1
-
1
18
Perlak Steril
1
1
-
1
19
Ground Plate
1
1
-
1
20
Alkohol 70%
100 ml
50 ml
-
50 ml
21
Bisturi No. 10
1
1
-
1
22
PGA no 0 (●) tapper
1
1
-
1
23
PGA no. 3/0 (▲)cutting
1
1
-
1
24
Towel
1
1
-
1
25
Chromic no 3/0 (●) tapper
1
1
-
1









Semarang,      Juni 2019
Pembimbing Klinik / CI





Komentar

Entri Populer

ASUHAN KEPERAWATAN AFF PLATE

LAPORAN PENGHITUNGAN INSTRUMENT & LAPORAN OPERASI           Bangsal : Amarylis 1 Kelamin :      L /P Nomor : 14-63-64 Nama     :   Tn. R Umur :   18 th       Tgl/bl/th: 31/03/2001 Kelas/Jaminan :         / Km Operasi No: 4 Op Ke :4Jam 13.30 Praktikan : Paraf           : Trainer : Paraf       : Diagnosa Medis    : Union Fraktur Femur Dexstra Tindakan Operasi : Aff Plate Operator : H, Sp OT, Mkes,dr Peran Pratikan Obs     CN Asisten Instrument Instrumentasi Didampingi Instrumentasis Mandiri Assisten Persiapan Anastesi      : Je...

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TINDAKAN SNNT

BAB I PENDAHULUAN     A.      Latar Belakang Strauma adalah pembesaran pada kelenjar tiroid   yang biasanya terjadi karena folikel folikel terisi koloid secara berlebihan. Setelah bertahun-tahun folikel tumbuh semakin membesar dengan membentuk kista dan kelenjar tersebut menjadi noduler (Smeltzer & Suzanne, 2013). Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme (Hartini, 2010). Struma non toksik disebabkan oleh kekurangan yodium yang kronik. Struma ini disebut sebagai simple goiter, struma endemik, atau goiter koloid yang sering ditemukan di daerah yang air minumya kurang sekali mengandung yodium dan goitrogen   yang menghambat sintesa hormon oleh zat kimia. Sekitar 10 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan tiroid, baik kanker tiroid, struma nodosa non toxic, maupun struma nodosa toxic ( American Thyroid Associa...

Laporan Pendahuluan Febris

LAPORAN PENDAHULUAN FEBRIS I.      KONSEP DASAR A.   Pengertian Febris (demam) yaitu meningkatnya suhu tubuh yang melewati batas normal yaitu lebih dari 38 0 C (Hidayat, 2005). Demam berarti suhu tubuh diatas batas normal biasa, dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh zat toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu, penyakit-penyakit bakteri, tumor otak atau dehidrasi (Hidayat, 2005). Demam adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu hingga 38° C atau lebih. Ada juga yang yang mengambil batasan lebih dari 37,8°C. Sedangkan bila suhu tubuh lebih dari 40°C disebut demam tinggi (hiperpireksia) (Ngastiah, 2005). B.   Etiologi Menurut Pelayanan kesehaan maternal dan neonatal 2000 bahwa etiologi febris,diantaranya 1.     Suhu lingkungan. 2.     Adanya infeksi. 3.     Pneumonia. 4.     Malaria. 5.     Otitis m...