Persiapan
Anestesi :
Jenis
Anestesi : General Anestesi (GA)
-
Propofol
1 ampul
-
Fentanyl
1 ampul
-
Sulfas
Atropine 0,25
-
Tramadol
1 ampul
-
Atrakurium
1 ampul
-
Ondansetron
4 mg
-
Pehacain 1 ampul
-
Laryngoscope no. 3
-
Endotrakeal Tube (ET)
ID 6,5
-
Selang
O2
-
Spuit
3 cc – 3
-
Spuit
5 cc – 1
-
Spuit
10 cc – 1
-
Spuit 20 cc – 1
-
Hands glove
-
Lubrikan (GEL)
-
AMBU Bag
-
Hypafix/Plester
-
Alat Suction
-
Oropharyngeal
Airways (OPA)
PENGHITUNGAN INSTRUMEN DAN BAHAN HABIS PAKAI
NO
|
INSTRUMEN DAN SPONGE
|
JUMLAH
|
|||
PRA
|
INTRA
|
+
|
POST
|
||
1.
|
Kidney Tray ( Bengkok)
|
1
|
1
|
-
|
1
|
2.
|
Bowl (Kom sedang)
|
1
|
1
|
-
|
1
|
3.
|
Sponge Holding Forceps
|
2
|
2
|
-
|
2
|
4.
|
Haemostatic Forceps
|
4
|
4
|
-
|
4
|
5.
|
Kocher / Ligatur Forceps
|
3
|
3
|
-
|
3
|
6.
|
Needle Holder
|
2
|
2
|
-
|
2
|
7.
|
Towel Clamp
|
6
|
6
|
-
|
6
|
8.
|
Scaple No. 3
|
1
|
1
|
-
|
1
|
9.
|
Bisturi No. 10
|
1
|
1
|
-
|
1
|
10.
|
Dissecting Scissor / Metzenbaum
|
2
|
2
|
-
|
2
|
11.
|
Delicate Scissor (Gunting Benang)
|
1
|
1
|
-
|
1
|
12.
|
Anatomis Pinset
|
2
|
2
|
-
|
2
|
13.
|
Chirugis Pinset
|
1
|
1
|
-
|
1
|
14.
|
Suction Cannula
|
1
|
1
|
-
|
1
|
15.
|
Yankeur / Saction Tube
|
1
|
1
|
-
|
1
|
16.
|
Handpiece Couter ESU
|
1
|
1
|
-
|
1
|
17.
|
Raspatorium
|
1
|
1
|
-
|
1
|
18.
|
Bone Klem
|
2
|
2
|
-
|
2
|
19.
|
Wound Retractors / Hak Gigi
|
2
|
2
|
-
|
2
|
20.
|
Bone Levers / Hak Cobra
|
1
|
1
|
-
|
1
|
21.
|
Bor Tulang / Osteo Power
|
1
|
1
|
-
|
1
|
22.
|
Humerus Plate 5 Hole
|
1
|
1
|
-
|
1
|
23.
|
Tapper (Bor Tulang Manual)
|
1
|
1
|
-
|
1
|
24.
|
Deep Gauge (Pengukur)
|
1
|
1
|
-
|
1
|
25.
|
Screw Driver
|
1
|
1
|
-
|
1
|
26.
|
Double Hak
|
2
|
2
|
-
|
2
|
27.
|
Osteomed / Pemotong
|
1
|
1
|
-
|
1
|
28.
|
Retractor
|
1
|
1
|
-
|
1
|
BARANG HABIS PAKAI
|
|||||
1.
|
Glove Steril No. 7 / 7,5
|
1/2
|
1/2
|
-
|
1/2
|
2.
|
Kassa Sterill
|
40
|
40
|
-
|
40
|
3.
|
Armsling Ukuran “L”
|
1
|
1
|
-
|
1
|
4.
|
NaCL 0,9 %
|
500cc
|
500cc
|
-
|
500cc
|
5.
|
Povidon Iodine 10 %
|
100cc
|
100cc
|
-
|
100cc
|
6.
|
Apron
|
4
|
4
|
-
|
4
|
7.
|
Hypavix / Plester
|
15cm
|
15cm
|
-
|
15cm
|
8.
|
Alkohol 70 %
|
100cc
|
100cc
|
-
|
100cc
|
9.
|
PGA 3.0 Cutting
|
2
|
2
|
-
|
2
|
10.
|
Spuit 10 cc
|
1
|
1
|
-
|
1
|
11.
|
Underpad
|
1
|
1
|
-
|
1
|
12.
|
Screw cancellous L 3,5 no 26
|
2
|
2
|
-
|
2
|
13.
|
Screw cancellous L 3,5 no 28
|
1
|
1
|
-
|
1
|
14.
|
Screw cancellous L 3,5 no 18
|
1
|
1
|
-
|
1
|
15.
|
Groun Plate
|
1
|
1
|
-
|
1
|
16.
|
Elastic Bandage 4 Inc
|
1
|
1
|
-
|
1
|
PENGELOLAAN
PASIEN PERIOPERATIF
A.
SERAH TERIMA
PASIEN
1.
Pasien
dari ruang Nakula 1 datang ke IBS dilakukan serah terima
antara perawat ruangan kepada perawat IBS
2.
Melakukan
transfer pasien dari brankart ruangan dengan bergeser pindah ke brankart kamar
bedah di holding room.
3.
Mengganti
baju pasien dan memakaikan topi operasi serta memasang siderail brankart kamar
bedah
4.
Melakukan
pengecekan pengisian ceklist yang berisi pengecekan inform concern (persetujuan operasi), identitas pasien, kelengkapan
operasi (obat premedikasi sebelum operasi)
5.
Memeriksa
keadaan pasien meliputi tingkat kesadaran, tanda-tanda vital (TTV) dan mengkaji
riwayat alergi.
B.
SIGN IN
1.
Perawat
sirkuler melakukan sign in diruang pra induksi sebelum induksi anestesi, dan
dihadiri minimal oleh dokter anestesi, perawat bedah dan perawat anestesi.
a.
Apakah
pasien telah memberikan konfirmasi kebenaran identifikasi, lokasi operasi,
prosedur dan telah memberikan persetujuan dalam lembar inform concern ? (sudah)
b.
Apakah
lokasi operasi sudah diberi tanda/marking ? (tidak)
c.
Apakah
mesin dan obat anestesi telah dicek dan lengkap ? (sudah)
d.
Apakah
pulseoxymeter sudah terpasang dan
berfungsi ? (sudah)
2.
Apakah
pasien memiliki
a.
Riwayat
alergi yang diketahui ? (tidak ada)
b.
Risiko
kesulitan pada jalan napas atau risiko aspirasi ? (tidak ada)
c.
Risiko
kehilangan darah > 500 cc (35ml/KgBB pada dewasa) ? (tidak ada)
3.
Alasi
meja operasi dengan menggunakan duk bersih dan underpad, kemudian pasien
dipindahkan ke meja operasi secara aman dengan bergeser pindah sendiri dibantu
perawat. Kemudian perawat sirkuler membantu memasang ground plate di kaki
pasien.
4.
Perawat
instrument menyiapkan instrument Ortho set yang akan
digunakan untuk tindakan ORIF.
5.
Perawat
sirkuler memasang pulseoxymeter, bedside monitor, spigmomanometer dan menempatkan
infus pada standart infus, mengecek tabung suction dan memasang tabung suction.
6.
Tim
anestesi (dokter anestesi dan perawat anestesi) melakukan anestesi dengan
teknik General Anestesi (GA)
7.
Kemudian
perawat sirkuler mengatur posisi pasien lateral.
8.
Dokter
operator, asisten operator, perawat instrument menggunakan APD (penutup kepala,
masker, apron, dan jas operasi).
C.
SCRUBING
Dokter
operator, asisten operator, perawat instrument melakukan cuci tangan bedah
menggunakan air mengalir, chlorehexidine 4%, pembersih kuku,
sponge, dan sikat. Dengan langkah-langkah:
1.
Melepaskan
aksesoris pada tangan dan mengecek apakah tangan
ada yang terluka atau tidak, jika ada luka minta perawat instrument lain untuk
menggantikan.
2.
Memakai
apron
3.
Melipat
lengan baju sampai 10 cm di atas siku
4.
Membasahi
tangan sampai 5 cm di atas siku di bawah air mengalir
5.
Membersihkan
kuku menggunakan pembersih kuku dibawah air mengalir dari arah dalam keluar.
Buang pembersih kuku ke tempat sampah
6.
Mengambil
chlorehexidine 4% ke spon secukupnya (alat sensor) bersamaan dengan membuang
plastik tempat sikat dan spon ke tempat sampah.
7.
Membasahi
spon dan meremas-remas sampai berbusa, gosokkan tangan dari jari sampai 5 cm di
atas siku.
8.
Menyikat
kuku pada masing-masing tangan selama 1 menit atau 60x gosokan dengan arah
menjauhi badan
9.
Membuang
sikat ke tempat sampah dan bilas tangan menggunkan air mengalir sampai bersih
(spon tetap dipegang)
10.
Mengambil
kembali chlorehexidin pada busa, remas-remas dan gosokkan pada tangan hingga ¾
lengan
11.
Membersihkan
tangan menggunakan spon pada tangan kanan dan kiri secara bergantian (menggosok
telapak tangan, punggung tangan dan seluruh jari masing-masing selama 15 detik
secara berurutan) kemudian membuang spon ke tempat sampah.
12.
Bilas
tangan hingga bersih dibawah air mengalir
13.
Mengambil
kembali chlorehexidine 4%, lumuri tangan sampai pergelangan tangan, dilanjutkan
cuci tangan prosedural (6 langkah cuci tangan)
14.
Membilas
tangan dengan air mengalir sampai bersih.
15.
Angkat
tangan diantara bahu dan pusar, tangan harus tetap menghadap keatas, biarkan
air mengalir sampai kesiku, jangan dikibaskan.
D.
GOWNING GLOVING
1.
Dokter
operator, asisten operator, dan perawat instrument mengeringkan tangan
menggunakan towel kemudian memakai jas operasi dan glove steril dengan bantuan
perawat sirkuler.
2.
Perawat
instrument menyiapkan meja mayo meliputi memasang sarung meja, perlak dan duk
sedang dan menyiapkan instrument di meja mayo.
E.
INSTRUMENTASI
Scrubing
nurse/ perawat instrument menyiapkan instrument Ortho
set
dan bahan habis pakai meliputi kassa 30 lipat, bisturi no 11, couter, groundpad, suction, monosyn no 1, plain 0
dan biosyn 4/0, chromik 2/0.
F.
ASEPSIS
Perawat
instrument memberikan kassa steril yang telah dijepit menggukan sponge holder
forcep dan bowl yang berisi povidon iodine 10% dan dan alkohol 70% di bowl kepada
operator untuk melakukan asepsis pada area operasi memutar dari dalam ke luar
berlawanan arah jarum jam.
G.
DRAPPING
Perawat
instrumen memberikan duk steril kepada asisten operator untuk melakukan
drapping. Perawat instrument mengambil perlak steril di pasang di bawah area
insisi ke arah bawah, kemudian mengambil duk steril membantu asisten operator
untuk melakukan drapping. Duk besar pertama untuk bagian bawah, duk panjang
untuk bagian atas, dan duk sedang untuk kanan dan kiri kemudian kunci
menggunakan towlclip. Kemudian duk besar lagi dibawah area insisi ke bagian
bawah dengan lipatan berada didalam. Pasang dan fiksasi selang suction dan
couter menggunakan towlclip.
H.
TIME OUT
Perawat
sirkuler melakukan time out. Dilakukan sebelum insisi, dihadiri minimal oleh
perawat, ahli anestesi dan operator.
1.
Seluruh
anggota tim menyebutkan nama dan peran masing-masing.
2.
Konfirmasi
pasien mengenai (identitas, diagnosa, prosedur operasi dan lokasi operasi)
3.
Adakah
antibiotik profilaksis yang di berikan ? (sudah)
4.
Pencegahan
kejadian yang tidak diinginkan.
a.
Operator
1)
Kemungkinan
kesulitan selama operasi (tidak ada)
2)
Estimasi
lama operasi (1 jam)
3)
Antisipasi
kehilangan darah (minimal)
b.
Tim
anestesi
1)
Adakah
masalah spesifik yang timbul ? (tidak ada)
2)
Hal
apa yang perlu diperhatikan ? (status hemodinamik pasien)
c.
Tim
keperawatan
1)
Apakah
peralatan sudah steril ? (steril)
2)
Apakah
alat sudah lengkap ? (sudah)
3)
Adakah
alat khusus yang harus diperhatikan ? (tidak ada)
5.
Hasil
pemeriksaan imaging penting di
tampilkan ? (tidak)
6.
Operator
memimpin berdoa sebelum operasi dimulai.
7.
LANGKAH-LANGKAH
OPERASI
NO
|
URAIAN LANGKAH-LANGKAH OPERASI
|
INSTRUMENT, BHP DAN SPONGE
|
||||||||||||||||||||
1.
|
Perawat
instrument memberikan pinset chirugis kepada operator untuk memastikan
keberhasilan tindakan anestesi dengan rangsang / sensivitas nyeri dan
memberikan scapel no. 3 dengan bisturi no. 10 yang diletakan di atas Kidney
Tray kepada operator untuk melakukan kulit sampai lemak.
|
1.
Cirugis Pinzette (1)
2.
Scaple no. 3 (1)
3.
Bisturi No. 3 (1)
4.
Kidney Tray (1)
|
||||||||||||||||||||
2.
|
Perawat instrument memberikan Haemostatic
Forceps dan kassa kepada operator dan asisten operator untuk mengontrol
perdarahan dengan cara menjepit ujung pembuluh darah yang terputus dengan menggunakan
Haemostatic Forceps, lalu perawat instrument memberikan Handpiece Caouter ESU
untuk koagulasi atau perawat instrument yang melakukan.
|
5. Haemostatic Forceps (2)
6. Kassa (4)
7. Handpiece Couter ESU
(1)
|
||||||||||||||||||||
3.
|
Kemudian
perawat instrument memberikan gunting jaringan (Dissecting Scissors) kepada
operator dan Wound Retractor untuk mengekspos tulang.
|
8. Dissecting Scissors (1)
9. Wound Retractor (1)
|
||||||||||||||||||||
4.
|
Perawat
instrument memberikan 2 Bone Levers kepada asistent untuk mengfiksasi tulang
dan mereposisi tulang yang patah.
|
10.
Bone Levers (2)
|
||||||||||||||||||||
5.
|
Perawat
instrument memberikan Raspatorium untuk membebaskan jaringan yang menempel di
tulang.
|
11.
Raspatorium (1)
|
||||||||||||||||||||
6.
|
Perawat
instrument memberikan 2 Bone Clamp kepada operator dan memfiksasi tulang dan
mereposisi tulang yang patah.
|
12.
Bone Clamp (2)
|
||||||||||||||||||||
7.
|
Perawat
instrument memberikan Humerus Plate kepada operator dan memfiksasi pada
tualng yang patah
|
13.
Humerus Plate (1)
|
||||||||||||||||||||
8.
|
Perawat instrument memberikan Bor Tulang dan Mata
Bor ukuran 2,5 mm kepada operator untuk mengebor tulang dan asisten
memfiksasi humerus supaya mempermudah proses pengeboran.
|
14. Bor
Tulang / Osteo Power
15.
Mata Bor
|
||||||||||||||||||||
9.
|
Perawat
instrument memberikan Spuit 10cc yang berisi antibiotic dan NaCl kepada
asisten operator untuk irigasi tulang (NB. Ada beberapa operator tidak
menggunakan antibiotic).
|
16.
Spuit 100 cc
17.
NaCl
18.
Antibiotik
|
||||||||||||||||||||
10.
|
Perawat intrumen memberikan tepper dan
pengukur untuk menentukan kedalaman tulang pengeboran
|
19. Tepper
20.
Pengukur (Deep Gauge)
|
||||||||||||||||||||
11
|
Perawat instrument memberikan Screw driver kepada
operator dan Screw Cancellous L 3.5 no 18, 26 dan 28
|
21.
Screw Driver
22. Screw
Cancellous L 3,5 no. 18, 26 dan 28)
|
||||||||||||||||||||
12.
|
Evaluasi perdarahan dengan Suction Cannula, Couter
dan Haemostatic Forceps, kemudian berikan kassa.
|
23.
Suction Cannula (1)
24. Handpiece
Cauter (1)
25.
Haemostatic Forceps (1)
26.
Kassa (4)
|
||||||||||||||||||||
13.
|
SIGN
OUT
Lakukan penghitungan instrument yang digunakan
Perdarahan
200 cc di tabung Suction dan 30 kassa basah dengan darah.
-
Labeling specimen
tumor (minimal terdapat asal jaringan, nama pasien, no RM, tanggal lahir) ?
(Tidak Ada)
-
Aapakah terdapat
permasalahan peralatan yang perlu disikapi? (Tidak Ada).
Kepada operator, Dokter Anastesi dan tim
keperawatan, apakah terdapat pesan khusus untuk pemulihan pasien? (Monitor
Hemodinamik, perdarahan post, re-assesment nyeri).
|
|||||||||||||||||||||
14.
|
Kemudian
perawat instrument memberikan benang PGA 3/0 tepper dengan Needle Holder
kepada operator untuk menjahit facia dan lemak dan memberikan pinset anatomis
dan kassa kepada asiten operator untuk membantu proses penjahitan dan
memberikan Ligature Scissor / gunting benang kepada asisten.
|
27.
Benang PGA 3/0 tapper (1)
28.
Needle Holder (1)
29.
Anatomische Pinzette (1)
30.
Kassa (4)
31.
Ligature Scissor (1)
|
||||||||||||||||||||
15.
|
Selanjutnya
perawat instrument memberikan benang PGA 3/0 cutting dengan Needle Holder dan
Pinset Chirurgis kepada operator untuk menyatukan kulit yang dibantu oleh
asisten operator untuk menyatukan kulit yang dibantu oleh asisten operator
dengan Pinset Chriurgis dan Kassa.
|
32.
PGA 3/0 cutting (1)
33.
Needle Holder (1)
34.
Chirugische Pinzette (2)
35.
Kassa (4)
|
||||||||||||||||||||
16.
|
Perawat
instrument memberikan Kassa Steril dan Povidone Iodin 10% kepada asisten
operator, kemudian perawat sirkuler menutup luka operasi dengan menggunakan
plester / hypavix.
|
36.
Kassa (6)
37.
Hipafix (1)
|
||||||||||||||||||||
17.
|
1)
Perawat sirkuler merapikan
dan membersihkan pasien dengan Towel.
2)
Perawat instrument
menaruh instrument tempat box alat kotor setelah dihitung kelengkapan.
3)
Perawat instrument,
sirkuler, operator melepas jas steril, melepas sarung tangan, apron, setelah
itu cuci tangan procedural.
4)
Tim anastesi
melakukan pengecekan kesadaran pasien
5)
Setelah pasien sadar,
pindahkan pasien ke brangkart dan dibawa ke recovery room
6)
Sesampainya di RR
klien dipasang BSM (bedside monitor) dan oksigen.
7)
Monitor kesadaran,
TTV klien dan atur posisi
8)
Setelah itu melakukan
penilaian kondisi pasien selesai operasi menggunakan Aldrette Score dan
pasien bisa dipindah ke bangsal jika score minimal > 8
Timbang terima antara perawat RR dengan perawat
ruangan.
|
38.
Towel
|
||||||||||||||||||||

Komentar
Posting Komentar