HIPKABI
LAPORAN PENGHITUNGAN INSTRUMEN DAN LANGKAH LANGKAH
OPERASI
|
Bangsal : Amarylis 2
|
Kelamin : L / P
|
Nomor : 515418
|
|||||
Nama : An. A
|
Umur : 17 Th
|
Tgl/Bl/Th : 14/03/2001
|
||||||
Kelas / Jaminan :II/ BPJS
|
Km. Operasi No : 1
|
Op. Ke : 1 Tgl : 14/05/2018 Jam : 08.30
|
||||||
Praktikum : Fadli Irsyadani
Paraf : ..........
|
Trainer : Hendrik Kurniawan, S.Kep., Ns.
Paraf : ..........
|
|||||||
Diagnosa Medis : Appendicitis
Tindakan Operasi : Appendictomy
|
Operator :
dr. J, Sp. BA
|
|||||||
Peran Praktikum
|
Observer
|
Sirkuler
|
Asisten
Instrumen
|
Instrumen Mandiri
|
||||
No
|
Instrumen dan Sponge
|
Jumlah
|
Langkah - Langkah Operasi
|
|||||||||||||||||||||||
Pra
|
Intr
|
+
|
Post
|
|||||||||||||||||||||||
INSTRUMEN
|
||||||||||||||||||||||||||
1
|
kidney tray / kidney basin
|
1
|
1
|
-
|
1
|
SERAH TERIMA PASIEN
1.
Pasien dari ruang Amarylis 2 datang ke IBS dilakukan serah terima pasien
antara perawat ruangan dengan perawat IBS.
2.
Melakukan transfer pasien dari brankart ruangan dengan menggunakan
easy move ke brankart kamar bedah di
holding
room.
3.
Mengganti baju pasien dan memakaikan topi operasi serta memasang siderail
brankart kamar bedah.
4.
Melakukan pengecekan pengisian ceklist yang berisi pengecekan inform concern (persetujuan
operasi), identitas pasien,
kelengkapan yang akan
di operasi (obat-obatan
yang dibawa).
5.
Memeriksa keadaan pasien meliputi tingkat kesadaran,
tanda-tanda vital (TTV) dan kaji riwayat alergi, memasang stiker warna merah bilamana
terjadi reaksi alergi obat-obat pre medikasi tertentu. Kaji lama puasa di
ruang Pra Induksi, setelah itu :
SIGN IN
(Dilakukan
di ruangan pra induksi sebelum induksi anastesi, dan dihadiri minimal oleh dokter anastesi,
perawat bedah dan perawat anastesi).
a.
Apakah pasien telah memberikan konfirmasi
kebenaran identifikasi, lokasi operasinya, prosedurnya dan telah memberikan
persetujuan dalam lembar informed
concent?
b.
Apakah lokasi operasi sudah diberi tanda/ marking?
(sudah dimarking)
c.
Apakah mesin dan obat anastesi telah di cek dan
lengkap? (sudah)
d.
Apakah Pulse oximeter sudah terpasang dan
berfungsi? (sudah)
Apakah
Pasien Memiliki
a.
Riwayat alergi yang diketahui? (tidak)
b.
Resiko kesulitan pada jalan nafas atau resiko
aspirasi? (tidak ada)
c.
Resiko kehilangan darah >500 ml (7ml/Kg BB pada
anak).
3.
Alasi meja operasi dengan menggunakan duk bersih dan
underpad, kemudian pasien dipindahkan ke meja operasi secara aman dengan menggunakan easy
move
4.
Perawat instrumen menyiapkan instrumen Set App anak yang akan digunakan untuk tindakan operasi
Appendictomy.
5.
Perawat sirkuler memasang pulseoxymeter, bedside
monitor, spignomanometer dan menempatkan infus pada
standart infus, cek mesin suction dan pasang tabung suction.
6.
Pasang ground plate atau netral couter
pada salah satu ektremitas bawah pasien yang di pasang oleh perawat sirkuler.
7.
Tim anastesi (dokter anastesi dan penata anastesi
) melakukan anastesi dengan teknik
General Anestesi (GA).
8.
Kemudian perawat sirkuler mengatur posisi pasien
supinasi.
9.
Dokter operator, asisten operator, perawat
instrument menggunakan APD (Penutup kepala, masker ,kacamata, apron, sepatu
boot)
SCRUBING
10.
Dokter operator, perawat instrumen, asisten
operator melakukan cuci tangan bedah.( air mengalir, chlorehexidine 4%, pembersih
kuku, sponge, sikat). Dengan langkah-langkah:
1.
Lepas asesoris yang berada ditangan
2.
Pakai apron
3.
Lipat lengan baju 10 cm diatas siku.
4.
Basahi tangan dan lengan sampai 5cm diatas siku
dibawah air mengalir.
5.
Bersihkan kuku dengan menggunakan pembersih kuku
di bawah alir mengalir dari arah dalam keluar.
6.
Tuang cairan chlorhexidine 4% ke spon secukupnya
(5ml).
7.
Basahi spon dan remas-remas sampai berbusa, lumuri
dan gosok seluruh permukaan tangan sampai 5 cm di atas siku.
8.
Sikat kuku jari pada masing-masing tangan selama 1
menit (dengan arah menjauhi badan).
9.
Buang sikat dan bilas dengan air mengalir sampai
bersih (spon tetap dipegang).
10.
Dengan meremas spon sampai berbusa, lumuri kembali
tangan sampai 3/4 lengan
(5detik untuk 2 tangan).
11.
Gunakan spon untuk membersihkan tangan kiri dan
kanan (mulailah menggosok telapak tangan selama 15 detik,punggung tanagan 15
detik,kemudian seluruh jari 15 detik secara berurutan. Setiap jari digosok
seolah mempunyai 4 sisi) lalu buang spon kemudian bilas di bawah air mengalir
sampai bersih.
12.
Lumuri kembali dan gosok telapak tanggan sampai
pergelangan tangan dengan chlorhexidine 4%, lakukan cuci tangan prosedural.
13.
Bilas dengan air mengalir sampai bersih.
14.
Biarkan air mengalir dari arah tangan sampai
siku,jangan dikibas.
15.
Perthankan posisi tangan agar telapak tangan
sejajar dengan bahu.
GOWNING dan
GLOVING
11.
Dokter operator, perawat instrumen, asisten
operator mengeringkan tangan dengan towel kemudian memakai jas operasi dan
glove steril. ( jari-jari tidak boleh melewati manset jas operasi).
12.
Perawat instrumen menyiapkan meja mayo meliputi
memasang sarung meja, perlak pengalas dan menyiapkan instrumen di meja mayo.
INSTRUMENTASI
13.
Scrubing nurse/ instrumentator menyiapkan
instrumen APP Anak dan bahan habis pakai meliputi kassa steril 40, set
yankeur, memasang bisturi no 10 pada
scaple no 3, benang Cutgut Cromic no 3/0 (●) / tapper,
PGA 3/0 (●) / tapper, PGA 4/0 ▲/ cutting.
ASEPSIS
14.
Perawat instrumen memberikan kassa steril yang
telah dijepit dengan Ovarium Clem/ Sponge holding forcep, Bowl yang berisi povidon iodine 10%
dan alkohol 70% di Kidney trays kepada operator untuk melakukan asepsis pada area operasi.
DRAPPING
15.
Perawat instrumen memberikan duk steril, kepada asisten operator untuk melakukan drapping
a.
Berikan satu duk besar utk menutupi area cudal.
Berikan satu duk besar untuk menutupi Alasi bagian tubuh bagian atas/ frontal
pasien. berikan dua duk sedang untuk bagian samping kemudian fiksasi dengan
menggunakan towel klem. Pasang set duk perlak di atas duk besar bagian caudal
untuk mencegah tumpahan darah, cairan
tubuh pasien yang merembes/tembus dan siapkan suction yankeur serta difiksasi
dengan towel klem.
b.
pasang dan fiksasi set hand piece couter dengan
towel clem yang bersebelahan dengan slang suction.
Perawat
sirkuler melakukan.
TIME OUT
A.
Nama dan peran anggota
B.
Konfirmasi klien mengenai (identitas klien, diagnosa,
prosedur operasi)
C.
Pencegahan kejadian yang tidak diinginkan.
1.
Operator
a.
Kemungkinan kesulitan selama operasi (tidak ada)
b.
Estimasi lama operasi, (1 jam)
c.
Antisipasi kehilangan darah. (tidak ada)
2.
Tim anastesi
a.
Adakah masalah spesifik yang timbul? (tdk ada)
b.
Hal apa yang perlu di perhatikan? (tdk ada)
3.
Tim
keperawatan
a.
Apakah peralat sudah steril? (sesuai indikator)
b.
Adakah alat khusus harus diperhatikan? (tdk ada)
Doa dipimpin
operator.
1.
Perawat instrumen
memberikan pinset cirugis kepada operator untuk menandai area operasi serta
mengecek sensivitas nyeri untuk memastikan keberhasilan tindakan anestesi.
2.
Perawat instrumen memberikan handle scapel no 3 dengan bisturi no 10 yang
diletakan di atas bengkok kepada operator untuk melakukan insisi kulit sampai
lemak pada area Mc.burney
3.
Perawat instrumen
memberikan pinset cirugis pada asisten operator untuk menjepit kulit dan membantu
operator dalam melakukan insisi.
4.
Perawat instrumen
memberikan cauter kepada operator untuk membuka lemak hingga mencapai musculus
obliqus externus abdominis (MOE)
5.
Perawat instrumen
memberikan kassa steril kepada asisten operator untuk merawat pendarahan dan
asisten operator membantu membuka daerah insisi dengan menggunakan pinset
cirurgis.
6.
Perawat instrumen
memberikan 2 delicate retractor / wound retractor kepada asisten operator untuk membantu pelebaran area operasi sampai terlihat facia.
7.
Perawat instrumen
memberikan handle scapel no 3 dengan bisturi no 10 yang diletakkan pada
bengkok dan pinset anatomis kepada operator untuk melakukan insisi pada facia
dan tetap lakukan suction bila ada perdarahan.
8.
Perawat instrumen
memberikan delicate retractor / wound retractor untuk memperluas lapang pandang dan di
tarik sesuai arahan operator.
9.
Perawat instrumen
memberikan pean dan gunting jaringan kepada operator untuk membuka MOE secara
tumpul searah dengan seratnya sampai tampak lemak, peritonium.
10.
Perawat instrumen memberikan
delicate
retractor / wound retractor kepada asisten operator untuk memisahkan
otot.
11.
perawat instrumen
memberikan hemostatic forceps untuk menjepit otot dan memperlebar area operasi
12.
Perawat instrumen
memberikan 2 hemostatic forceps / klem dan gunting jaringan / metzenbaum kepada
operator untuk membuka lapisan peritonium yang berwarna putih dengan dibantu
asisten operator untuk memegang hemostatic forceps / klem kemudian diangkat ke atas dan dibuka
asisten operator menggunakan gunting jaringan, perhatikan apa yang keluar
pus, udara atau cairan (darah , feses) kemudian asisten operator memasang delicate
retractor / wound retractor kedalam rongga peritonium.
13.
Perawat instrumen memberikan
suction kepada asisten operator untuk
menghisap cairan yang keluar saat peritonium yang dibuka.
14.
Perawat instrumen
memberikan pinset anatomis kepada operator untuk mencari appendix vermiformis
dengan menelusuri caecum
15.
Setelah apendik
ditemukan operator perawat instrumen memberikan B-Cock kepada
operator untuk memegang appendik.
16.
Perawat instrumen
memberikan dua hemostatic forceps / klem kepada operator untuk menjepit pangkal
appendix dan messoappendix.
17.
Perawat instrumen
memberikan gunting jaringan untuk memotong appendik.
18.
Perawat instrumen memberikan
needle holder dengan benang silk 3.0 (●) tapper
kepada operator untuk menjahit mesenterium yang dipotong
19.
Setelah appendik
dipotong letakkan appendik dalam kassa dan kemudian perawat instrumen
memberikan kassa yang telah diberi povidone iodine 10% kepada asisten
operator untuk mendesinfeksi ujung sisa appendik.
20.
Perawat instrumen
memberikan suction kepada asisten operator dan langen back kepada operator untuk
memperluas lapang pandang area operasi, kemudian perawat instrumen menuangkan
cairan nacl yang berada dalam kom untuk membersihkan sisa darah dan sisa
cairan yang keluar dari appendik, keringkan dengan kassa yang dijepit dengan ovarium klem.
SIGN OUT
Lakukan penghitungan
instrumen yang digunakan sejumlah
-
Label specimen (minimal terdapat asal
jaringan,nama pasien,no RM, tanggal lahir) (tidak ada)
-
Apakah terdapat permasalahan peralatan
yang perlu disikapi? (Tidak ada)
-
Kepada operator,Dokter anastesi dan tim
keperawatan, Apakah terdapat pesan khusus untuk pemulihan pasien? (Tidak ada)
21.
Perawat instrumen
memberikan dua langen back kepada asisten operator untuk memperluas lapang pandang
operator, kemudian perawat instrumen memberikan needle holder dengan benang
PGA 3.0/ (●) tapper dan pinset chirugis untuk menjahit facia kemudian perawat
instrumen memberikan gunting benang kepada asisten operator untuk membantu
memotong benang.
22.
Perawat instrumen memberikan needle holder dengan benang chromic 3.0 dengan jarum (●) tapper dan pinset cirugis kepada operator untuk menjahit otot dan
lemak, dan perawat instrumen memberikan gunting benang kepada asisten
operator untuk membantu memotong benang.
23.
Perawat instrumen
memberikan needel holder dengan benang PGA 4.0/(▲) cutting dan pinset cirugis kepada operator untuk menjahit kulit
secara sub cuticuler.
24.
Perawat instrumen
memberikan kassa steril dan povidone iodin 10% kepada asisten operator,
kemudian perawat sirkuler menutup luka operasi dengan menggunakan plester/ hypafix.
25.
Perawat sirkuler
merapikan dan membersihkan pasien
26.
Perawat instrumen
menaruh ke tempat box alat kotor setelah dihitung kelengkapan.
27.
Perawat instrumen,
sirkuler, operator melepas jas steril,
melepas sarung tangan, apron, setelah itu cuci tangan prosedural .
28.
Tim anastesi melakukan
pengecekan kesadaran pasien
29.
Setelah pasien sadar, pindahkan pasien ke
brankart dan dibawa recovery room
30.
Sesampainya di RR klien
dipasang BSM (bedside monitor) dan oksigen
31.
Monitor kesadaran, ttv
klien dan atur posisi
32.
Selelah itu melakukan
penilain kondisi pasien selesai operasi menggunakan steward score dan
pasien bisa dipindah ke bangsal jika score minimal ≥ 5
33.
timbang terima antara
perawat RR dengan perawat ruangan
|
||||||||||||||||||||
2
|
bowl / kom sedang
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
3
|
Gunting Benang / delicate scrissor
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
4
|
Gunting Jaringan / metzenbaum
|
2
|
2
|
-
|
2
|
|||||||||||||||||||||
5
|
Langen Back
|
2
|
2
|
-
|
2
|
|||||||||||||||||||||
6
|
B-Cock
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
7
|
Allis klem
|
2
|
2
|
-
|
2
|
|||||||||||||||||||||
8
|
Ovarium Klem
|
3
|
3
|
-
|
3
|
|||||||||||||||||||||
9
|
Towel Klem
|
6
|
6
|
-
|
6
|
|||||||||||||||||||||
10
|
Kocker / ligatur forceps
|
2
|
2
|
-
|
2
|
|||||||||||||||||||||
11
|
Pinset Anatomis
|
2
|
2
|
-
|
2
|
|||||||||||||||||||||
12
|
Pinset Sirurgis
|
2
|
2
|
-
|
2
|
|||||||||||||||||||||
13
|
Neddle Holder
|
2
|
2
|
-
|
2
|
|||||||||||||||||||||
14
|
Klem Bengkok / hemostatic forceps
|
5
|
5
|
-
|
5
|
|||||||||||||||||||||
15
|
Scapel No.3
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
16
|
Set Hand piece Couter
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
BARANG HABIS PAKAI
|
||||||||||||||||||||||||||
17
|
Glove Steril No. 6,5/7/7,5
|
1/2/1
|
1/2/1
|
-
|
`1/2/1
|
|||||||||||||||||||||
18
|
Kassa Steril
|
40
|
40
|
-
|
40
|
|||||||||||||||||||||
19
|
Suction / Yankeur
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
20
|
NaCl 0,9%
|
500cc
|
300cc
|
-
|
200cc
|
|||||||||||||||||||||
21
|
Povidon Iodine 10%
|
100cc
|
50cc
|
-
|
50cc
|
|||||||||||||||||||||
22
|
Apron
|
4
|
4
|
-
|
4
|
|||||||||||||||||||||
23
|
Hipafix / Plester
|
10cm
|
10cm
|
-
|
10cm
|
|||||||||||||||||||||
24
|
Alkohol 70%
|
100cc
|
50cc
|
-
|
50cc
|
|||||||||||||||||||||
25
|
Bisturi No. 10
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
26
|
PGA 3/0 (
● ) tapper
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
27
|
Chromic no 3/0 ( ● ) tapper
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
28
|
PGA No.4/0 (▲) Cutting
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||
29
|
Underpad
|
1
|
1
|
-
|
1
|
|||||||||||||||||||||

Komentar
Posting Komentar