Langsung ke konten utama

FORMAT REFLEKSI KASUS


APLIKIASI PEMBELAJARAN DI RUANGAN

IDENTITAS PEMBUAT REFLEKSI KASUS
Nama   : 
NIM     :

IDENTITAS PEMBIMBING
Pembimbing Klinik                 :
Pembimbing Akademik          :

A.      ASSESSMENT
1.    Biografi
Jelaskan biografi pasien dan penanggung jawabnya
1.1     Pasien
Nama pasien An.MR berumur 4 tahun dengan alamat hadipolo 5/3 jekulo dengan jenis kelamin laki-laki, masuk RSUD Kudus dengan diagnosa Sindrom nefrosis, masuk RS pada tanggal 1 Maret 2016 jam 12.00 dengna no.cm 728114 kemudian dilakukan anamnesa pada tanggal 2 Maret 2016 jam 14.30 WIB.
1.2     Penanggung Jawab
Pada saat masuk RS yang bertanggung jawab Tn.S selaku ayah kandung kllien yang berusia 43 tahun, pekerjaan wiraswasta, beragama islam.
2.    Anamnesa
Jelaskan anamnesa historikal pasien
a.       Keluhan Utama
Klein tampak  lemah
b.      Riwayat penyakit sekarang
Ibu klien mengatakan pasien sering merasakan haus, bengkak seluruh tubuh ± 1 minggu sebelum masuk rumahsakit, BAK dan BAB dibantu, makan dan minum perlu dibantu kemudian pada tanggal 1 Maret 2016 pasien dibawa ke poli anak untuk memeriksakan kondisi anaknya dengan hasil pemeriksaan nadi 120 x/menit, suhu 36,7oC, TB 110 cm dan BB 16kg dengan kesadaran compos mentis kemudian dipindahkan ke ruang bougenvil 2 jam 12.12 untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut dengan hasil pemeriksaan nadi 110x/menit, suhu 36,7oC, kesadaran composmentis, RR 36x/menit, SPO2 dan mendapat theraphy Paracetamol 3x1sendok teh,Cefotaxime 2x250mg, infus RL 10 tpm.
c.       Riwayat penyakit terdahulu
Keluarga mengatakan bahwa pasien belum pernah dirawat dirumah sakit ssebelumnya, hanya kala badan tidak begitu sehat dibawa ke tenaga kesehatan terdekat. Ibu pasien mengatakan sebelum sakit ini pasien sejak kecil sering jajan diluar dan sering mengonsumsi minuman dan makanan instan.


3.    Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : keadaan umum pasien lemah dengan GCS: E4 M6 V5, suhu 36,6 oC, SPO2 98%, nadi 100x/menit, RR 40x/menit, asites pada abdomen, CRT 2 detik, kulit kering, terdapat pitting edema, warna kulit kuning pucat, mukosa bibir kering, tonsil membesar, reflek pupil simetris, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak icteric.
A.    Antropometri
1. TB 110cm:1,1 m, BB 16 kg
IMT :  (kurus <18,5)
Rumus :
Anak laki-laki Umur : 4tahun 10 bulan, BB: 16 kg, TB 110 cm
1.      BB/U
Umur 4 tahun 10 bulan (58 bulan) nilai medianya 18
-1 SD 15,8 dan +1 SD 20,6
Perhitungan:  
2.      TB/U
TB 110 cm nilai medianya 108,9
 -1SD 104,3 dan +1SD 113,4
Perhitungan:
3.      BB/TB
TB 110 cm BB 16 kg, nilai medianya 18,5
-1SD 17 dan +1SD 20,2
Perhitungan:
B.     Biomecanical
Tanggal 1 maret 201=Hb 14,8 g/dl, trombosit 521 10^3/ul, hematokrit 41,6%
C.     Clinical
Pasien lemah dengan GCS: E4 M6 V5, suhu 36,6 oC, SPO2 98%, nadi 100x/menit, RR 40x/menit, asites pada abdomen, CRT 2 detik, kulit kering, terdapat pitting edema, warna kulit kuning pucat, mukosa bibir kering.
D.    Nutrisi
Kebutuhan nutrisinya mulai menurun dengan 1 porsi makan dari rumah sakit habis ¼ porsi dan tidak ada makanan tambahan lagi dari luar rumah sakit.
Balance cairan
a)  input
Makan dan minum : 550ml
Infus: 210cc,Obat: 6cc
Total:766cc
b)  Output :
Urin : 350cc
BAB: 60cc
c)      IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=766-410-123: +233cc
Mata :
Isokor, reflek pupil simetris, konjungtiva tidak anemis, sclera tidak ikteric, tidak ptosis, koordinasi gerak mata simetris dan mampu mengikuti pergerakan benda secara terbatas.
Mulut :
Bibir tidak cyanosis, mukosa bibir kering, tonsil membesar, tidak ada stomatitis dan gigi masih genap.
Perut :
Bentuk perut tidak simetris, terdapat ascites, peristaltik usus sulit dikaji, lingkar perut 53 cm, tidak ada nyeri tekan, pada pemeriksaan perkusi terdapat suara tympani pada kuadran 2,3 dan 4 redup kuadran 1.
Eliminasi:
BAB: BAB karakteristik lembek, warna kuning dan bau khas, konsistensi 2-3x/sehari
BAK: warna urin kuning keruh, agak berbusa, bau khas
Ekstrimitas :
Tidak ditemukan lesi pada ektrimitas atas maupun bawah dan pada semua ekstremitas terdapat udem
SKALA RESIKO JATUH ANAK(SKALA HUMPTY DUMPTY)
Parameter
Kriteria
Nilai
Skor
Usia
< 3 tahun
3-7 tahun
7-13 tahun
>13 tahun
4
3
2
1
3
Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
2
1
1
Diagnosis
Diagnosis Neurologi
Perubahan Oksigenasi (diagnosis respiratorik, dehidrasi, anemia, anoreksia, sinkop, pusing, dsb.)
Gangguan Perilaku/Psikiatri
Diagnosis lainnya
4
3




2
1
1
Gangguan Kognitif
Tidak mengalami keterbatasan diri
Lupa akan adanya keterbatasan
Orientasi baik terhadap diri sendiri
3

2
1
1
Factor Lingkungan
Riwayat jatuh/bayi diletakkan di tempat tidur dewasa
Pasien menggunakan alat bantu/ bayi diletakkan pada tempat tidur bayi/ perabot rumah
Pasien diletakkan ditempat tidur
Area diluar rumah sakit
4
3



2
1
2
Respon terhadap:
1.      Pembedahan/
Sedative/
Anestesi
Dalam 24 jam
Dalam 48 jam
>48 jam/ tidak mengalami pembedahan/ anestesi
3
2
1
1
2.      Penggunaan Medika
Penggunaan multiple sedative, obat hypnosis, barbiturate, verokasin, antidepresan, pencahar, diuretic, narkose.
Penggunaan salah satu obat diatas
Penggunaan modifikasi lainnya/ tidak ada medikasi
3


2

1
1
Total
10
 Kategori:
Resiko Rendah: 7-11
Resiko tinggi: > 12

4.      Pemeriksaan penunjang
Hasil laboratorium pada tanggal 1 Maret 2016
Hemoglobin   14,8 g/dL (11.513.5)
Hematokrit   41,6 % (3440)
Trombosit   521 10^3/ul  (150-400)
Netrofil    73,7  %  (50-70)
Limfosit   20,3  % (25–40)
Eosinofil   0,6  %  (2-4)
MCH    25,9  pg (27.031)
MCV    72,7  fL  (79-99)
PDW    8,2   fL   (10-18)
Kolestrol  486  mg/dL  (<200)
Albumin   1,3  g/dL  (3,5-5,2)

4.    Program diet maupun pengobatan terkait
Jelakan program pengobatan yang saat ini diprogramkan pada pasien
Therapy 1 Maret 2016 jam 12.00
Infus glukosa 5% dan NaCl 0,225% 10 tpm
Injjeksi :Cefotaxime 2x250mg
Oral: Paracetamol 3x1 sendok teh



     ANALISA DATA
Hari/tgl
Data focus
Etiologi
Problem
Rabu
2 Maret 2016
DS : keluarga mengatakan pasien agak sesak
DO : SPO2 98%, RR 40x/menit, nafas dangkal, asites

Penekanan dinding diafragma
Pola nafas tidak efektif
Rabu
2 Maret 2016
DS : keluarga mengatakan seluruh tubuh pasien bengkak
DO : edema seluruh tubuh, pitting edema 2 detik, mukosa kering, asites, albumin 1,3 g/dl, kolestrol 486 mg/dl

Peningkatan permiabelitas glomerulus
Kelebihan volume cairan


      Prioritas diagnosa keperawatan
1.      Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penekanan dinding diafragma
2.      Kelebihan volume cairan b.d peningkatan permiabelitas glomerulus

  
      NCP Tentukan perencanaan dalam mengatasi masalah utama pada pasien



TGL/JAM
DIAGNOSA
RENCANA
NOC
NIC
Activity
2 Maret 2016
08.40

1
Setelah dilakukan tindakan keperawatan diharapkan pola nafas menjadi efektif
KH :
  1. Pasien melaporkan tidak ada sesak
  2. RR dalam batas normal ( 22 – 34 x/ menit )
  3. Pasien rileks, bernafas teratur
  4. TTV dalam batas normal
  5. Tidak terdapat ronkhi disegmen basal paru
1.       Kaji adanya nyeri,kesulitan bernafas
2.       penggunaan otot bantu pernafasan
3.       monitor TTV
4.       berikan posisi yg nyaman
5.       batasi pengunjung.
6.       Kaji pola nafas
1.      Pantau TTV
2.      Berikan posisi semifowler
3.      Ciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman
4.      Tingkatkan periode istirahat
5.      Auskultasi bunyi nafas/ paru, kaji adanya ronkhi disegmen basal paru
6.      Kolaborasi pemberian O2
2 Maret 2016
08.40

2
setelah di lakukan tindakan keperawtan di harapakn pasien kelbihan vol.cairan teratasi dg KH:
1.      Mempertahankan input&output yg seimbang
2.      menunjukkan keseimbangan dan haluaran
3.      tidak terjadi peningkatan berat badan
4.      tidak terjadi edema.
Management cairan
1.      Pantau, ukur dan catat intake dan output cairan
2.      Observasi perubahan edema
3.      Batasi intake garam
4.      Ukur lingkar perut
5.      timbang berat badan setiap hari
6.      Kolaborasi pemberian obat-obatan sesuai program dan monitor efeknya.


     Implementasi
Tgl & Jam
Diagnosa
Implementasi
Respon

2 Maret 2016
08..40
1
Memeriksa TTV
DS: keluarga bersedia
DO: suhu 36,6 oC, SPO2 98%, nadi 100x/menit, RR 40x/menit

08.50
1,2
Memberikan therapi injeksi
DS: keluarga pasien bersedia
DO: cefotaxime 250 mg diberikan melalui selang infuse.

09.30
1
Auskultasi pernafasan
DS: keluarga mengatakan kalau malam atau sedang tidur terkadang sesak
DO: RR 40x/menit, SPO2 98 %, pernafasan dangkal, tidak ada suara tambahan(ronchi).

09.40
1
Memberikan Posisi semifowler
DS: keluarga bersedia
DO: tampak lebih rileks

10.15
2
Mengobservasi edema
DS: keluarga mengatakan bengkak diseluruh tubuh sudah ±7 hari yang lalu sebelum masuk RS
DO: pitting edema 2 detik, asites, mukosa bibir kering, kulit berwarna kuning pucat. BB 16 kg, Laborat tanggal 1 maret 2016 Albumin   1,3  g/dL  (3,5-5,2).

15.00
2
Memantau intake dan output
DS: keluarga mengatakan terbiasa makan dan minum sedikit dan lebih suka jajan kalo dirumah
DO: a. input
Makan dan minum : 550ml
Infus: 210cc,Obat: 6cc
Total:766cc
b.      Output :
Urin : 350cc
BAB: 60cc
c.       IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=766-410-123: 233cc


  


3 Maret 2016

Tgl & Jam
Diagnosa
Implementasi
Respon

3 Maret 2016
14.35
1
Memeriksa TTV
DS: keluarga bersedia
DO: suhu 36,8 oC, SPO2 95%, nadi 113x/menit, RR 46x/menit

14.40
1
Auskultasi pernafasan
DS: keluarga mengatakan pasien sering merasakan sesak nafas.
DO: RR 46x/menit, SPO2 95 %, pernafasan dangkal, tidak ada suara tambahan(ronchi).

15.15
1
Memberikan Posisi semifowler
DS: keluarga bersedia
DO: pasien bisa beristirahat dengan nyaman dan mengurangi rasa sesak

15.00
2
Memantau intake dan output
DS: keluarga mengatakan BAB dan BAK 2x, makan dan minum sedikit
DO: a. input
Makan dan minum : 500ml
Infus: 210cc,Obat: 6cc
Total:716cc
a)  Output :
Urin : 400cc
BAB: 80cc
b)      IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=716-480-123:113cc

15.35
2
Mengobservasi edema
DS: keluarga mengatakan bengkak diseluruh tubuh belum berkurang dan perutnya makin buncit
DO: pitting edema 3 detik, asites, mukosa bibir kering, kulit berwarna kuning pucat. Adanya peningkatan lingkar perut menjadi 54cm.

16.00
1,2
Memberikan therapi injeksi
DS: keluarga pasien bersedia
DO: cefotaxime 250 mg diberikan melalui selang infuse.





4 Maret 2016

Tgl & Jam
Diagnosa
Implementasi
Respon

4 Maret 2016
14.20
1
Memeriksa TTV
DS: keluarga bersedia
DO: suhu 37,4 oC, SPO2 97%, nadi 107x/menit, RR 39x/menit

14.35
1
Auskultasi pernafasan
DS: keluarga mengatakan pasien sudah tidak merasakan sesak nafas
DO: RR 39x/menit, SPO2 97 %, pernafasan dangkal, tidak ada suara tambahan(ronchi).

15.00
2
Memantau intake dan output
DS: keluarga mengatakan pasien sering BAK tetapi sedikit
DO: a. input
Makan dan minum : 580ml
Infus: 210cc,Obat: 6cc
Total:796cc
c)  Output :
Urin : 480cc
BAB: 70cc
d)     IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=796-550-123:123cc

15.20
2
Mengobservasi edema
DS: keluarga mengatakan bengkak diseluruh tubuh belum berkurang dan perutnya makin buncit
DO: pitting edema 3 detik, asites, mukosa bibir kering, kulit berwarna kuning pucat. Adanya peningkatan lingkar perut menjadi 56cm.

16.00
1,2
Memberikan therapi injeksi
DS: keluarga pasien bersedia
DO: cefotaxime 250 mg diberikan melalui selang infuse.





5 Maret 2016

Tgl & Jam
Diagnosa
Implementasi
Respon

5 Maret 2016
21.00
2
Memantau intake dan output
DS: keluarga mengatakan pasien sering BAK tetapi sedikit
DO: a. input
Makan dan minum : 1300ml
Infus: 210cc,Obat: 3cc
Total:1513cc
e)  Output :
Urin : 1500cc
BAB: 60cc
f)       IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=1513-1560-123:-170cc

21.10
2
Mengobservasi edema
DS: keluarga mengatakan bengkak diseluruh tubuh belum berkurang dan perutnya makin buncit
DO: pitting edema 2 detik, asites, mukosa bibir kering, kulit berwarna kuning pucat. Adanya penurunan lingkar perut menjadi 53 cm.

21.25
1
Memeriksa TTV
DS: keluarga bersedia
DO: suhu 37 oC, SPO2 99%, nadi 110x/menit, RR 34x/menit

21.30
1
Auskultasi pernafasan
DS: keluarga mengatakan pasien sudah tidak merasakan sesak nafas
DO: RR 34x/menit, SPO2 99 %, pernafasan dangkal, tidak ada suara tambahan(ronchi).

23.50
1,2
Memberikan therapi injeksi
DS: keluarga pasien bersedia
DO: cefotaxime 250 mg, furosemid 2x10mg diberikan melalui selang infuse.



   Catatan Perkembangan
Tgl & Jam
Diagnosa
Evaluasi

2 Maret 2016
14.20
Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penekanan dinding diafragma

S: keluarga mengatakan kalau pasien sedang tidur kadang merasakan sesak
O: RR 40x/menit, SPO2 98 %, pernafasan dangkal, tidak ada suara tambahan(ronchi),
A: masalah belum teratasi
P:a. Monitor ttv
b. abservasi pernafasan
c. berikan posisi semi fowler
d. kolaborasi dengan tim medis


Kelebihan volume cairan b.d peningkatan permiabelitas glomerulus
S: keluarga mengatakan terbiasa makan dan minum sedikit
O: pitting edema 2 detik, asites, mukosa bibir kering, kulit berwarna kuning pucat. Laborat tanggal 1 maret 2016 Albumin   1,3  g/dL  (3,5-5,2).
a.       input
Makan dan minum : 550ml
Infus: 210cc,Obat: 6cc
Total:766cc
b.      Output :
Urin : 350cc
BAB: 60cc
c.       IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=766-410-123: 233cc
A: masalah belum teratasi
P: a. Pantau balance cairan
b. observasi perubahan edema
c. timbang BB setiap hari
d. kolaborasi dengan tim medis




Catatan perkembangan

Tgl & Jam
Diagnosa
Evaluasi

3 Maret 2016
21.15
Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penekanan dinding diafragma

S: keluarga mengatakan pasien sering merasakan sesak nafas.
O: RR 46x/menit, SPO2 95 %, nadi 113 x/menit, pernafasan dangkal, tidak ada suara tambahan(ronchi).
A: masalah belum teratasi
P:a. Monitor ttv
b. abservasi pernafasan
c. berikan posisi semi fowler
d. kolaborasi dengan tim medis


Kelebihan volume cairan b.d peningkatan permiabelitas glomerulus
S: keluarga mengatakan terbiasa makan dan minum sedikit
O: pitting edema 3 detik, asites, mukosa bibir kering, kulit berwarna kuning pucat. Laborat urin tanggal 2 maret 2016 protein +3(negatif), darah +3(negatif), eritrosit 0-2(0-1), epitel squamous 0 /Ipk (5-15), Ph 6,5 (4,8-7,4) dan Program therapy oral captopril 2x12,5mg, prednison 4-3-2, furosemide 2x20mg
a.       input
Makan dan minum : 500ml
Infus: 210cc,Obat: 6cc
Total:716cc
b.      Output :
Urin : 400cc
BAB: 80cc
c.       IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=716-480-123:113cc
A: masalah belum teratasi
P: a. Pantau balance cairan
b. observasi perubahan edema
c. timbang BB setiap hari
d. kolaborasi dengan tim medis




Catatan perkembangan

Tgl & Jam
Diagnosa
Evaluasi

4 Maret 2016
21.20
Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penekanan dinding diafragma

S: keluarga mengatakan pasien sudah tidak merasakan sesak nafas
O: RR 39x/menit, SPO2 97 %, pernafasan dangkal, tidak ada suara tambahan (ronchi).
A: masalah belum teratasi
P:a. Monitor ttv
b. abservasi pernafasan
c. berikan posisi semi fowler
d. kolaborasi dengan tim medis


Kelebihan volume cairan b.d peningkatan permiabelitas glomerulus
S: keluarga mengatakan pasien sering BAK tetapi sedikit, bengkak diseluruh tubuh belum berkurang dan perutnya makin buncit.
O: pitting edema 3 detik, asites, mukosa bibir kering, kulit berwarna kuning pucat. Adanya peningkatan lingkar perut menjadi 56cm.
a.       input
Makan dan minum : 580ml
Infus: 210cc,Obat: 6cc
Total:796cc
b.      Output :
Urin : 480cc
BAB: 70cc
c.       IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=796-550-123:123cc
A: masalah belum teratasi
P: a. Pantau balance cairan
b. observasi perubahan edema
c. timbang BB setiap hari
d. kolaborasi dengan tim medis






5 Maret 2016

Tgl & Jam
Diagnosa
Evaluasi

5 Maret 2016
07.30
Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penekanan dinding diafragma

S: keluarga mengatakan pasien sudah tidak merasakan sesak nafas
O: RR 34x/menit, SPO2 99 %, pernafasan dangkal, tidak ada suara tambahan (ronchi).
A: masalah teratasi
P:a. Monitor ttv
b. abservasi pernafasan
c. kolaborasi dengan tim medis


Kelebihan volume cairan b.d peningkatan permiabelitas glomerulus
S: keluarga mengatakan pasien BAK banyak, bengkak diseluruh tubuh sudah mulai berkurang.
O: pitting edema 2 detik, asites, mukosa bibir kering, kulit berwarna kuning bersih. Adanya penurunan lingkar perut menjadi 53cm.
a.       input
Makan dan minum : 1300ml
Infus: 210cc,Obat: 3cc
Total:1513cc
b.      Output :
Urin : 1500cc
BAB: 60cc
c.       IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=1513-1560-123:-170cc
A: masalah belum teratasi
P: a. Pantau balance cairan
b. observasi perubahan edema
c. timbang BB setiap hari
d. kolaborasi dengan tim medis





6.      Evaluasi

Tgl & Jam
Diagnosa
Evaluasi

5 Maret 2016
07.30
Pola nafas tidak efektif berhubungan dengan penekanan dinding diafragma

S: keluarga mengatakan pasien sudah tidak merasakan sesak nafas
O: RR 34x/menit, SPO2 99 %, pernafasan dangkal, tidak ada suara tambahan (ronchi).
A: masalah teratasi
P:a. Monitor ttv
b. abservasi pernafasan
c. kolaborasi dengan tim medis


Kelebihan volume cairan b.d peningkatan permiabelitas glomerulus
S: keluarga mengatakan pasien BAK banyak, bengkak diseluruh tubuh sudah mulai berkurang.
O: pitting edema 3 detik, asites, mukosa bibir kering, kulit berwarna kuning pucat. Adanya penurunan lingkar perut menjadi 53cm.
a.       input
Makan dan minum : 1300ml
Infus: 210cc,Obat: 3cc
Total:1513cc
b.      Output :
Urin : 1500cc
BAB: 60cc
c.       IWL:25xBBx7/24
25x17x7/24:1837/24=123
BC=1513-1560-123:-170cc
A: masalah belum teratasi
P: a. Pantau balance cairan
b. observasi perubahan edema
c. timbang BB setiap hari
d. kolaborasi dengan tim medis


3
S: keluarga mengatakan kulit pasien terasa kencang dan keras
O: warna kulit kuning pucat, CRT kembali dalam 1 detik, kulit lembab, tidak ada tanda-tanda trauma jaringan kulit maupun kemerahan
A: masalah teratasi
P: a. Pantau perubahan warna kulit dan tugor kulit
b. monitor hasil laborat
c. Ubah posisi secara berkala







 Tanda Tangan Mahasiswa





(____________________________)


Tanda Tangan Pembimbing Klinik




(_____________________________)
Tanda tangan Pembimbing Akademik




(_____________________________)




Komentar

Entri Populer

ASUHAN KEPERAWATAN AFF PLATE

LAPORAN PENGHITUNGAN INSTRUMENT & LAPORAN OPERASI           Bangsal : Amarylis 1 Kelamin :      L /P Nomor : 14-63-64 Nama     :   Tn. R Umur :   18 th       Tgl/bl/th: 31/03/2001 Kelas/Jaminan :         / Km Operasi No: 4 Op Ke :4Jam 13.30 Praktikan : Paraf           : Trainer : Paraf       : Diagnosa Medis    : Union Fraktur Femur Dexstra Tindakan Operasi : Aff Plate Operator : H, Sp OT, Mkes,dr Peran Pratikan Obs     CN Asisten Instrument Instrumentasi Didampingi Instrumentasis Mandiri Assisten Persiapan Anastesi      : Je...

ASUHAN KEPERAWATAN DENGAN TINDAKAN SNNT

BAB I PENDAHULUAN     A.      Latar Belakang Strauma adalah pembesaran pada kelenjar tiroid   yang biasanya terjadi karena folikel folikel terisi koloid secara berlebihan. Setelah bertahun-tahun folikel tumbuh semakin membesar dengan membentuk kista dan kelenjar tersebut menjadi noduler (Smeltzer & Suzanne, 2013). Struma nodosa non toksik adalah pembesaran kelenjar tyroid yang secara klinik teraba nodul satu atau lebih tanpa disertai tanda-tanda hypertiroidisme (Hartini, 2010). Struma non toksik disebabkan oleh kekurangan yodium yang kronik. Struma ini disebut sebagai simple goiter, struma endemik, atau goiter koloid yang sering ditemukan di daerah yang air minumya kurang sekali mengandung yodium dan goitrogen   yang menghambat sintesa hormon oleh zat kimia. Sekitar 10 juta orang di seluruh dunia mengalami gangguan tiroid, baik kanker tiroid, struma nodosa non toxic, maupun struma nodosa toxic ( American Thyroid Associa...

Laporan Pendahuluan Febris

LAPORAN PENDAHULUAN FEBRIS I.      KONSEP DASAR A.   Pengertian Febris (demam) yaitu meningkatnya suhu tubuh yang melewati batas normal yaitu lebih dari 38 0 C (Hidayat, 2005). Demam berarti suhu tubuh diatas batas normal biasa, dapat disebabkan oleh kelainan dalam otak sendiri atau oleh zat toksik yang mempengaruhi pusat pengaturan suhu, penyakit-penyakit bakteri, tumor otak atau dehidrasi (Hidayat, 2005). Demam adalah keadaan dimana terjadi kenaikan suhu hingga 38° C atau lebih. Ada juga yang yang mengambil batasan lebih dari 37,8°C. Sedangkan bila suhu tubuh lebih dari 40°C disebut demam tinggi (hiperpireksia) (Ngastiah, 2005). B.   Etiologi Menurut Pelayanan kesehaan maternal dan neonatal 2000 bahwa etiologi febris,diantaranya 1.     Suhu lingkungan. 2.     Adanya infeksi. 3.     Pneumonia. 4.     Malaria. 5.     Otitis m...